AMBER ALERT

AMBER ALERT

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 27, 2024
Pernah membayangkan, seorang kreator video game di "stalk" oleh seorang pria tua yang tampan? Ya, itu setidaknya yang bisa mendeskripsikan keadaan seorang wanita kreator game bernama Haven. Haven awalnya menganggap beliau seorang teman dekat, bahkan sangat dekat. Haven sempat menyukainya, tetapi setelah mengetahui identitas sang pria adalah penguntip ia langsung menutup pembicaraan dan melapor pada polisi. Apakah Haven akan selamat dari sang pria? Stay tuned! ⚠ Warning : Cerita ini merupakan FIKSI BELAKA, author tidak pernah memasukkan unsur real life maupun SARA + LGBTQ+, tetapi mungkin cerita ini mengandung unsur 18/21+ !!! Dilarang memplagiat karya admin jika ingin admin hormati kembali, dan jika tidak menyukai cerita ini sebaiknya silahkan ditutup. Cerita ini murni hasil otak author tanpa campur tangan siapapun.
All Rights Reserved
#3
haven
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sleeping With My Boss
  • MY DADDY [BL]
  • Stereotype; Soobin
  • Tempted
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • REGATHAN [END]
  • WE JUST BROKE UP | 우린 헤어졌어 (JIBO)
  • Hanjuan (BL 19+) [COMPLETE]
  • THE WAY OF LOVE [ REVISI ]
  • Semesta!

Adult Romance 21+ "Jangan, Pak Darell! Jangan! Ini sama saja dengan membunuh nama baik saya, Pak." Fiona meraih pakaiannya dan segera mengenakannya dari balik selimut. "Kamu harus bangga bisa tidur sama saya." Fiona tak habis pikir dengan pria ini. Melakukan kesalahan fatal harus dibanggakan karena melakukannya dengan atasannya sendiri, sedang Fiona tahu mereka berdua tak memiliki status apa pun kecuali atasan dan bawahan. "Apa Anda sinting?!" Fiona bangkit dari ranjang dengan sewot. Dia tidak tahu kalau Darell adalah pria yang memiliki ego tinggi hingga Fiona harus bangga tidur bersamanya. Tapi, bagi Fiona apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Kesalahan fatal dan semakin fatal karena pria yang berhasil menyentuh tubuhnya adalah pria narsistik. "Well, anggap saja aku salah ngomong tadi. Aku pikir kamu senang kalau kita melakukannya." Wajah pria itu tampak bersalah, tapi tidak membuat kemarahan Fiona berkurang. "Aku mabuk karena marah kekasihku telah mengkhianatiku. Dia menjalin hubungan dengan Deon." Fiona kembali tercengang. "Pak Deon?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines