Journey on August

Journey on August

  • WpView
    LETTURE 180
  • WpVote
    Voti 16
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, ago 24, 2024
Sembilan belas tahun usia pernikahan Ana dan Dio. Pernikahan yang berawal dari sebuah perjodohan bisnis itu, terpaksa terus berlanjut karena hadirnya sosok ketiga di antara mereka. Setelah berumah tangga selama belasan tahun, akhirnya mereka akan berpisah-sesuai dengan janji mereka di masa lalu. Apakah rumah tangga mereka selama ini tak berarti apa-apa? Satu bulan sebelum gugatan perceraian diajukan, Ana mengungkapkan satu keinginannya yang terdalam. Ia ingin ditatap dan diperlakukan sebagai selayaknya seorang istri oleh Dio. Ia ingin mengukir kenangan yang indah, meski hanya dalam 30 hari saja. Dan, Dio menyanggupi permintaan itu. Benih-benih perasaan cinta yang awalnya tak pernah terpikirkan akan tumbuh di antara mereka, mulai bersemi. Di hadapan, maupun di belakang sang anak-Ana dan Dio sudah seperti sepasang suami istri yang layak. Sayangnya, rahasia yang berusaha Dio tutup-tutupi sejak belasan tahun lalu, tanpa sengaja diketahui oleh Ana. Alasan mengapa tatapan hangat Dio yang dulu seperti bukan untuknya, terungkap. Rumah tangga yang hampir sempurna itu seakan diterpa angin kencang, dan kembali hancur seperti semula.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • WHAT'S GOING ON WITH ME
  • Tractable [End]
  • Dinikahin Om Duren : Duda keren
  • Secret Of Marriage
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Mate from parents
  • SASHI
  • The Past Between Us
  • "Menikahi Luka"  (joongpond)
  • Behind Our Eyes

"Aku butuh kamu seperti jantung butuh detak." -What's Going On With Me "Karmamu akan datang." -Karina "Akan kutunggu karmaku." -Jaegar Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta, melainkan bayangan kelam dari sebuah luka yang mendalam. Sang pelaku, tanpa penyesalan, menikahi korbannya-bukan untuk menebus dosa, melainkan untuk menganggap perbuatannya sebagai sesuatu yang wajar. Sementara itu, sang korban, dengan hati yang hancur dan jiwa yang terluka, dipaksa menerima keadaan demi mempertahankan kehormatan yang sejatinya tak pernah ternoda, meski dunia berkata sebaliknya. Waktu berlalu, dan dalam rahim sang istri tumbuh kehidupan baru: sepasang anak kembar yang menjadi penghubung takdir keduanya. Namun, kebahagiaan itu tergores ironi. Salah satu dari mereka dinyatakan "cacat" sejak dalam kandungan-menjadi pengingat abadi dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti