BRIEF EXPLANATION!!
KARMA, satu kata yang dapat membuat sebagian orang, seakan terenggut ketenangan didalam hidupnya.
Lebih khususnya bagi orang-orang yang merasa bersalah di lubuk hatinya yang paling dalam, barangkali pada seseorang yang dengan sengaja dan dalam keadaan sadar, telah merusak serta merenggut rangkaian kebahagian orang lain.
Percayalah, sekuat apapun hati menyangkal bahwa diri kita adalah luka bagi orang lain, penyebab suramnya bangunan yang baru saja akan dibangun oleh orang lain, semua itu akan berbalik sesuai porsi luka yang kita tumpahkan pada kehidupan orang tersebut.
Untuk itu, jika balasan atas apa yang telah kita perbuat untuk orang lain, suatu hari tuhan melimpahkan kesakitan derita yang sama, bahkan lebih. Jangan merasa jadi seseorang yang paling tersakiti, seakan diri sendiri adalah manusia paling suci dimuka bumi.
Jalur haram atau halalnya, karma tetaplah karma. Yang akan berjalan sesuai hukum alam yang sudah tuhan janjikan.
Blurb.
"Sejauh ini, aku tidak pernah ingin mengetahui cerita-cerita tentang kalian berdua. aku hanya sekedar bertanya, permasalahan apa yang hingga detik ini masih belum selesai diantara dia dan dirimu," ucap Louisa.
"Bukankah selama ini aku tidak pernah lagi mengganggu kalian? Bukankah aku biarkan kalian menjalani hubungan dengan tenang? Lalu apa lagi Louisa? Aku sedang tidak ingin mengurus tentang sebuah hubungan, aku lelah." Tanggap Salaza.
"Lalu apa maksudmu mengatakan, kau membiarkan Edwan bermain-main denganku? Apa yang terjadi diantara kalian berdua, sehingga kau begitu berharap pada Edwan?" Tanya Louisa lagi.
"Louisa, Apa kau bercanda berkata seperti ini padaku? Apa kau tidak sadar bahwa kau lah yang menjadi perusak didalam hubungan kami? Bukankah Edwan pernah mengatakan bahwa kami akan menikah? Apa kau pikir hubungan enam tahun yang aku pertahankan selama ini hanya candaan semata?" Jawab Salaza lagi dengan berapi-api.
Warning, adult content 21+
"dan akhirnya , lo sakit lagi kan? Gue bilang juga apa? mending lo nikah sama gue?"
"dan atas dasar apa lo mau nikah sama gue? jangan gila deh Ndra"
"Gue setia, gue komit. Gue gak suka ngumbar janji tapi gak gue tepatin. dan yang pasti, gak ada yang gue sembunyiin dari lo. I'll be all yours kalau lo jadi istri gue"
"hahahaha..."
"kok ketawa sih?"
"tapi lo gak cinta sama gue, Andra. Dengan apa kita mau bertahan di pernikahan kalau gak pakai cinta?"
"cinta tuh apa sih, Na? mereka bilang - bilang cinta sama lo, tapi akhirnya apa? Mereka nyakitin lo, ninggalin lo. Buat apa?"
"Now, tell me. kenapa lo mau nikahin gue?"
"karena gue mau jagain lo, gue mau jadi orang yang paling bertanggung jawab atas diri lo, mastiin lo akan selalu baik - baik aja, dan gak ada lagi yang bakalan nyakitin perasaan lo"
"gue gak butuh lo kasihanin sampai lo nikahin gitu, Ndra. gue gak semenyedihkan itu. oneday, lo bakalan ketemu orang yang bener - bener lo cinta, dan ternyata itu bukan gue. terus gimana? lo bakalan pergi juga kan?"