Mawar Liana

Mawar Liana

  • WpView
    Reads 119,166
  • WpVote
    Votes 14,620
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
Soerabaja, Hindia Belanda, 1892 "Tolong jangan berikan mawarmu yang indah kepada pria lain, Liana." Jefferson bersua dengan mata polos yang legam khas wanita pribumi, hatinya bergetar dan lidahnya kelu. Air wajahnya yang selalu tenang bahkan tak mampu menyembunyikan betapa dia memuja perempuan pengurus kebun mawar tersebut, Liana.
All Rights Reserved
#268
netherlands
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wiyata Saujana
  • The Bleeding Lady [completed]
  • The Blooming Lady [completed]
  • Salju Pertama di New York
  • AFKARA [END]
  • SEBILAH REMBULAN - 𝗢𝗡 𝗚𝗢𝗜𝗡𝗚
  • Amsterdam Girl
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • From Silence To A New World || [END]✔️
  • KITA DI ANTARA REFORMASI ( END ✔️ )

~Ambassadors Pick 2024~ Ada rahasia besar yang tak diketahui Jasrin. Rahasia yang menjadi penyebab ia hirap ditelan waktu dan menjalani kodrat sebagai pemuas nafsu. Disaksikannya rakyat Hindia Belanda yang berjuang menjalani keseharian mereka di tengah gempuran yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Bara tresna yang tumbuh dihalangi oleh kenyataan bahwa ia ada di bawah kuasa seorang Meneer. Satu hal yang memberinya pelajaran, yakni kerelaan dua sosok pemuda yang telah menjadi perwira baginya. Wiyata Saujana : Pelajaran sejauh mata memandang. *sekuel Asmaraloka Jawadwipa (dapat dibaca secara terpisah).

More details
WpActionLinkContent Guidelines