Story cover for Sepasang Bunga by derauru
Sepasang Bunga
  • WpView
    Leituras 29
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 13
  • WpView
    Leituras 29
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 13
Concluída, Primeira publicação em mai 29, 2024
Sepasang bunga cantik ingin bercerita saat matahari pelan-pelan bangkit berdiri menuju singgasana. Namun selaksa rumputan berkata keduanya hanya gulma--gulma yang banyak bicara, kata-katanya merusak, dan kalimatnya adalah ujung pensil lancip yang menusuk ulu hati. Meski begitu, tak peduli, butiran embun pagi tetap mengaguminya--diam-diam--karena kebenaran yang sampaikannya.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Sepasang Bunga à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#17pengingat
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku, de D_Prayogo
5 capítulos Concluída
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
Marriage Contract(LingOrm) E-book cover
The Velvet in Love ( Selesai ) cover
AURA !!! (Ormling x lingorm) cover
 The Secret Of Love(lingorm) cover
A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)  cover
Nasihat dalam Puisi cover
Matahari cover
𝐈𝐭𝐨𝐬𝐡𝐢 𝐒𝐚𝐞 ⋮ 𝐅𝐚𝐝𝐞𝐝 𝐅𝐥𝐚𝐦𝐞  cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover

"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

5 capítulos Concluída

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".