apakah ini karma, ayah?

apakah ini karma, ayah?

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2024
WpInfo
Non-Fiction
"anakmu ini sudah rusak ayah! Ini karena ayah, aku begini atas kesalahan ayah. Maaf kan aku ayah, tapi anakmu ini kecewa padamu" "...." Air mataku turun mengalir. Tidak ada yang tau betapa sakitnya hatiku saat ini. Sudah bertahun-tahun aku harus menanggung karma. Aku tidak sanggup, aku sadar aku telah melukai hati ayahku. Aku tau setiap kalimat yang aku katakan akan menusuk perasaannya. Tapi apakah aku salah menyuarakan perasaan kecewa ini?? "Maafkan bunda, nak" Bunda memelukku. Air mata yang terus mengalir membasahi kemeja ku. " ini salah bunda. Seharusnya bunda bisa melupakan semuanya, seharusnya bunda bisa memaafkan ayah. Sehingga semua ini tidak akan terjadi padamu. Maafkan bunda,, anak bunda. Maafkan bunda. Semua salah bunda."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Full Of Scratches
  • Five wishes! [SM Family]
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • DIBALIK SENYUM DENIS [END]/ [PROSES REVISI]
  • Don't Talk About Money
  • ADYRA
  • INI CINTA BUKAN BENCI

(JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA VOTE, KOMEN DAN KRISARNYA. MAKASIH) ○Mulai 6 Januari 2021 ○Selesai 2 Maret 2021 "Kapan Aira bisa merasakan kebahagian lagi? Apa saat menyusul Bunda, papah akan merasakan kehilangan dan menyesal?" Aira Arketa seorang gadis manis yang mempunyai sejuta luka dan duka dalam hidupnya. Ia selalu menutupi luka dan duka itu dengan senyum manisnya. Semua itu tertutup rapi di balik senyumnya yang indah. Papah, Aira mau bahagia. Aira mau di sayang juga sama papah. Aira mau jadi sumber dan alasan papah tertawa dan tersenyum. Bunda, Aira kangen. Kenapa bunda pergi ga ngajak Aira? "Aira mau kasih sayang seperti dia." "Tuhan, kembalikan kebahagian ku, kembalikan abang ku, kembalikan bunda ku atau kau panggil aku agar aku bisa bersama abang dan bunda ku kembali. Dan tidak lagi merasakan perihnya tamparan ini lagi." "Aku capek, aku lelah rasanya aku ingin tenang selamanya tuhan, bolehkah?" Apakah Aira akan merasakan kebahagiaan lagi? Apakah papahnya akan menyesal? Cerita dan tulisan yang aku tuangkan di sini murni hasil dari imajinasi dan rangkaian kata ku sendiri♡. Cover by: naylaatr

More details
WpActionLinkContent Guidelines