7SP ( 7 Sayap Pendosa)

7SP ( 7 Sayap Pendosa)

  • WpView
    Reads 11,148
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 5, 2024
Prolog! Perempuan itu berlari memasuki kelas terdekat, lalu menuju bagian belakang kelas untuk bersembunyi di kolong meja. Untung saja sol sepatunya terbuat dari karet, sehingga tidak menimbulkan suara-suara yang mampu memecah keheningan yang ada Lima belas menit berlalu dan tidak ada yang terjafi. Setelah merasa situasi cukup aman, dia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Namun, tiba-tiba benda tumpul menghantam tengkuknya. Tubuhnya pun langsung tersungkur di lantai. "Ugh...." Dia mengaduh. Di tengah ketidak berdayaannya, perempuan itu sempat mehuuh mbalikkan tubuhnya untuk melihat sosok yang memukulnya. Sosok itu menampakkan senyuman manis yang tidak bisa menghapus tatapan matanya yang begitu dingin dan bengis "Kamu...." Detik berikutnya, sesuatu yang tajam menghunjam perutnya, lagi, dan lagi. Cairan hangat segera menyembur keluar dan membasahi pakaiannya, kesadarannya lun perlahan menghilang. Dunia terasa begitu gelap. Tikaman itu akhirnya berhenti. Si pelaku yang sudah pergi, meninggalkan perempuan itu yang berjuang mati-matian untuk mempertahankan napasnya. Saat oksigen terakhir melompat keluar dari paru-parunya, dia pun menutup mata. -🦋 Di bikin penasarankan kalian sama Prolog nya? Ayo baca selengkap nya. Dari Bab 1 - 20 !!
All Rights Reserved
#129
pendosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Indah [FIKSI]
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • My boy is My LOVE
  • RAESHA (Revisi)
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Disguise Of A Girl Into A Boy

Tiba-tiba dia mengeluarkan pulpen di sakunya lalu dengan cepat dia mendorong leherku dengan tangannya ke tembok. Aku terdesak. Tatapannya tajam dengan pulpen berada tepat di depan mataku... sangat dekat. "Klak !" ia menekan bagian atas pulpen sehingga sekarang pulpennya muncul keluar. "Glek," aku menelan ludah. "Dengar, aku ingin kau menyimpan rahasia ini. Dengan bagitu aku akan membiarkanmu sehingga kau dapat mengetahui tujuanku dari melakukan hal ini." YA ALLAH ! Peristiwa apa ini?! Aku masih SMP kelas dua yang akan naik kelas tiga. Sebenarnya siapa manusia ini? Apakah dia intel?! Mata-mata?! Pembunuh bayaran?! Siapa dia sebenarnya?! Akun harus tenang. Jangan memperlihatkan rasa ketakutan, santai, santai Mamang. "..." APA MAKSUDNYA PULPEN ITU?! Pulpen itu sungguh, benar-benar dekat. Hampir menyentuh bola mataku. Aku harus tenang, santai, santai Mamang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines