Hana;N (TERBIT)

Hana;N (TERBIT)

  • WpView
    Membaca 6,821
  • WpVote
    Vote 1,825
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 2, 2024
Hana berdiri mematung, jantungnya berdegup kencang. Matanya tak berkedip menatap sosok tinggi di hadapannya-pemuda yang bertahun-tahun lalu pernah mengisi harapannya, namun kemudian ia coba lupakan. Waktu telah membentangkan jarak di antara mereka, membuatnya yakin bahwa kisah yang dulu ia rajut dalam angan hanyalah sebatas harapan kosong. Namun kini, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam ikatan suci. Sosok itu berdiri tegap di hadapannya, mengenakan busana pernikahan, dengan sorot mata yang masih sama seperti dulu. Bedanya, kali ini ia bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang kini berstatus sebagai suaminya. Hana menoleh ke arah kedua orang tuanya, mencoba mencari jawaban di balik kejutan yang begitu besar ini. Hatinya bergetar, campuran antara haru, bingung, dan ketidakpercayaan menyelimuti dirinya. "Abi, Ummi?" suaranya lirih, hampir bergetar. Bagaimana mungkin seseorang yang pernah ia nantikan dalam doa, seseorang yang ia kira telah menjadi masa lalu, kini justru menjadi jodohnya? Apakah ini jawaban dari harapannya selama ini, atau takdir yang ingin menguji hatinya sekali lagi? #7 Muslimah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#845
hujan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menelusuri hati
  • Luka dan Kamu [ END ]
  • Di Bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku)
  • Doa yang Tergantikan
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Bidadari Salju [REVISI]
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Biru  Anuradha | END

Kisah seorang perempuan yang mencoba menerima takdir. Meski kehidupan setelah pernikahannya tidak sebaik yang dia harapkan, namun keyakinan untuk bertahan selalu di sematkannya. Sifat dingin tak tersentuh sang suami tidak membuatnya menyerah. Hingga hari itu tiba, keyakinannya runtuh dalam sekejap mata. di saat merelakan telah menjadi jalan yang akan di tempuh, kenyataan lainnya membuat dia harus membangun kembali keyakinannya, walaupun kehidupan rumah tangganya tetap berada di ujung tanduk.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan