Happy Birthday

Happy Birthday

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2024
Hidup sebagai seseorang yang serba tahu tentang segala hal, itu bukanlah sebuah pilihan, tetapi sebuah kutukan yang sangat menyiksa. Frisly tidak pernah meminta dirinya selalu bisa dalam segala bidang, ia juga tidak pernah menginginkan hidup sebagai seorang gadis mandiri. Frisly juga ingin seperti teman-temannya, dirinya juga menginginkan rumah yang di penuhi dengan canda tawa layaknya keluarga pada umumnya. Luka yang selama ini ia dapat, bukan berasal dari kekurangannya, melainkan dari semua kelebihannya. Dia hanya menginginkan sebuah kehangatan, bukan makian apa lagi cacian. "Segala kelebihanku, penyebab dari kematianku." _Frisly Biandra_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • My Doctors (END)
  • tetangga berisik
  • From Shandy (Completed)
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • GRIZELLE [Completed]
  • Menyerah atau Bertahan?
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines