We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Man Who Caught In Love

A Man Who Caught In Love

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Tak disangka Tak diduga Tak direncanakan." Sederhana namun mengutarakan perasaan dalam benak kita, atas segala hal yang telah terjadi di kehidupan. Tak semua dapat berjalan sesuai dengan kehendak kita, cukup jalani kehidupan ini dengan cara yang sebaik-baiknya. Hargai setiap waktu yang telah tersedia dalam kehidupanmu karena penyesalan sungguh datang di akhir dan yang tersisa hanyalah ratapan abadi. ©Eduward Vino Johannes
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • SIKLIK
  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • Cahaya Dirimu
  • Everything After You
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines