101 Love Lock

101 Love Lock

  • WpView
    Reads 1,173
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
Plagiat hustt pergi !!! > "Gus... kamu tuh nggak kepikiran buat tinggal di Korea aja, gitu?" Afkarina bertanya sambil melirik Rifky dengan senyum nakal. > Rifky tertawa, "Wong Jawa kok disuruh tinggal di Korea terus-terusan. Tak kidungin kamu di sini lho mbak, ojo kesusu." > "Hah? Kidung? Aku ngerti kidung lho, tapi... masa iya kamu mau kidungin aku?" jawab Afkarina, mata berbinar tapi bibir menahan tawa. > Rifky nyengir, "Wani tak kidungin? Iki arep tak barengi sama doa supaya mbak nggak lupa sama wong Jowo kalau balik Indonesia." > "Ah, kamu itu bikin orang gagal fokus aja, Gus," Afkarina tertawa. "Serius deh, gimana kalau suatu hari aku tiba-tiba ke pondok kamu di Malang?" > Rifky menunduk, senyum tipis terselip di wajahnya. "Lho, sampeyan mau ke pondok? Kudu ngerti lho, mbak... di sana aku ya cuma santri biasa. Tapi kalau sampeyan berani datang, aku singgung ke ummi biar ada kamar khusus, siapa tahu betah..." Percakapan sederhana tapi penuh makna ini akan membawa Rifky dan Afkarina pada perjalanan panjang antara cinta, perbedaan, dan takdir. Sebuah kisah di mana hati diuji antara jarak, keyakinan, dan janji yang tak terucap. Apakah ini hanya sekadar "love lock" atau ada ikatan yang lebih kuat di antara mereka?
All Rights Reserved
#829
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ijbar [Selesai]
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • cinta yang terlambat
  • Annam Al Abbiyan
  • Antara Cinta dan Takdir (On Going)
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • As Possible

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines