TEMPAT PULANG YANG HILANG

TEMPAT PULANG YANG HILANG

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tagssad
"Kenapa berpisah ketika masih hidup?" Niskala gadis yang terobsesi dengan belajar untuk terlihat sempurna di mata semua orang, dan masa remajanya ia habiskan untuk belajar dan menangis melihat kedua orang tuanya bercerai. Namun setelah datang laki-laki yang membuat ia enggan melakukan itu, hidupnya kembali berwarna. "Mama, kamu, terimakasih lukanya yang tak kunjung hilang sampai saat ini."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Before 180 Days ✓
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Zara Fawzia.
  • Liharika Yang Tak Dianggap
  • Ananda✔️
  • Bukan Kita D.A.N
  • Your Are Only Mine
  • SIMETRI
  • Menyerah atau Bertahan?

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines