Hara dan Lukanya [ON GOING]

Hara dan Lukanya [ON GOING]

  • WpView
    OKUNANLAR 86
  • WpVote
    Oylar 33
  • WpPart
    Bölümler 6
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Tem 5, 2024
WpInfo
Kurgu
Romantik
Namaku Hara, Hara Gemintang Lenggara . Orang-orang sering memanggilku Hara, namun ibuku memanggilku Mara. Ayah tidak pernah melihatku, Kak lea suka memukulku, dan Abang Gema tidak pernah memperdulikanku. Aku suka sekali melihat laut, aku suka bermain pasir disepanjang hamparan pantai sendiri. Aku suka bermain gitar di dalam kamar dengan suara yang hampir tidak terdengar, dan aku suka menulis. Aku pernah berpikir, bagaimana caranya agar Ibu, Ayah, Kakak, dan Abang melihat keberadaanku. Aku hanya ingin mendapat senyuman yang tulus dari mereka. Pernah sekali namun itu hanya berlangsung ketika aku berusia 4 tahun. Setelah kejadian itu, senyum mereka tak pernah tampak lagi dalam benakku, bahkan sekedar mengucapkan Selamat Pagi Hara pun aku tak pernah mendengarnya. Aku ada, namun seperti tidak ada.. Aku tak pernah memiliki teman, mereka semua selalu menjauhiku, menggangguku, dan memukulku. Sejujurnya aku tidak pernah marah akan semua yang terjadi padaku, namun aku hanya merasa lelah, lelah dengan hidup yang aku jalani, aku bertekad untuk selalu bangkit dalam lelahnya hidup yang aku jalani meskipun harus ditimpa ribuan luka. Saat ini Ceritaku baru dimulai..
Tüm hakları saklıdır
#5
lukanya
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • 27 FEBRUARI
  • ALISYA
  • ALONE
  • Stuck In Confusion (COMPLETED)
  • Kalaya [END]
  • CINTA & LUKA PERTAMAKU [True Story] [END]
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • GALANG [SELESAI]
  • Secangkir Teh
  • MISELLA

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi