Rintikan Separuh Juni

Rintikan Separuh Juni

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[The cup of tea] Rintik gerimis di bulan juni sungguh mendebarkan hati. Apa yang akan datang dan apa yang menanti di esok hari membuat tubuhku bergetar misterius. Awan akan terus menari di birunya langit begitu pun jariku yang akan terus bergerak lincah mengetikkan semua kenangan rasa yang pernah singgah. Tidak harus baik, buruk pun tetap kuingat bersama secangkir teh hangat. -Event Gerimis30Hari bag. juni 2024 Teng: 25/01/10
All Rights Reserved
#64
lovely
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End]
  • Langit dan Bumi
  • TERSESAT DI HUTAN PARALEL [TAMAT]
  • WAITERS
  • Semesta Bercerita (✓)
  • ALVIN PARKER (END)
  • Destiny Changing Action

[Follow yuk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Matahari bersinar terik pagi ini, bahkan sinarnya begitu menyilaukan. Mataku sempat perih tersengat sinarnya. Tapi kuyakin sinar itu terasa hangat. Kini awan mendung menggumpal di angkasa, suara gemuruh mulai terdengar. Bahkan guntur sempat menggetarkan kaca jendela. Rintik air berjatuhan secara konstan hingga mulai deras. Ku yakin akan basah kuyup jika berada di luar sana. Bagai langit senja, cahaya orange meliputi di luar sana. Daun daun berguguran, angin lembut berhembus pelan. Ku yakin itu terasa menyejukkan. Langit kini cerah tapi terasa sejuk, tampak serasi bagi pertumbuhan kuncup kuncup bunga yang kini bermekaran. Bahkan kini kelopaknya berhamburan tertiup angin. Ku yakin itu akan tercium harum wangi Butiran putih kini berjatuhan. Tak lama halaman depan diselimuti oleh warna putih. Gumpalan putih yang lembut berguguran tampak menawan di menghiasi langit malam. Ku yakin itu akan terasa dingin. Empat musim berlalu setiap tahunnya, lagi dan lagi aku menikmati itu semua. Membayangkan bagaimana rasanya, aku hanya bisa menatapnya dari balik kaca. [Tolong jangan copas yak readerku yang budiman.. Timacii]

More details
WpActionLinkContent Guidelines