Jalan pulang untuk Leon [Slow Up]

Jalan pulang untuk Leon [Slow Up]

  • WpView
    Reads 22,297
  • WpVote
    Votes 1,484
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 27, 2025
Leon. Nama yang bagus bukan? Itu namanya, sejak kabur dari panti asuhan, Leon hanya bisa mengemis seperti anak-anak gembel lainnya. Leon. Bocah itu memiliki pipi chuby, kulit putih susu, hidung kecil, bibir chery, tinggi yang hanya 134 saja. Jangan lupa binar mata yang bulat itu. Bocah yang masih berumur 5 tahun ini harus terpaksa menghadapi kerasnya dunia. Siksaan, cacian, serta gunjingam tidak pernah luput dari hidupnya. Meski hal itu semua terjadi pada Leon, dia masih tetap bisa berdiri dengan kedua kaki yang mungil itu, serta keteguhan hati.
All Rights Reserved
#184
cadel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Star Tears [ ON HOLD ]
  • To Be a Ordinary Boy as a Figurant
  • New Soul
  • EJI
  • Say Hello, El [Completed]
  • bubble gum ||END✓
  • ROAD TO RUIN
  • Aku Disini Kak! [End]
  • Chanie ✓

Segala perihal Kamilo seolah datang dari baris doa yang lama tertunda di langit ke tujuh. Namun justru itulah yang membuatnya tampak seperti hadiah dari semesta yang bosan akan hiruk-pikuk dunia. Milo, demikian ia kerap dipanggil. Anak itu tak pernah meminta dilahirkan pada dunia yang serampangan, namun ia tetap hadir, dengan segala pedih dan senyum yang saling menelan. Milo itu ramah dalam tutur yang baik. Senyumnya juga bukan hasil dari paksaan. Jemarinya gemar meraba cahaya, menyusun kata lewat benda, memeluk boneka rubahnya seolah itulah jantung semesta. Suaranya tak selalu hadir ketika dipanggil, namun ia menangis untuk hal-hal yang luput kita pahami. Tawa kecilnya jarang, namun murni. Orang-orang menyebutnya cacat dan autis, karena tubuhnya tak sepenuhnya patuh pada perintahnya. Tapi siapa peduli? Bagi mereka yang mencintainya, Milo adalah kesempurnaan tanpa cela. Ia bukan rusak, hanya berbeda. Kamilo itu bintang, dan tak semua bintang perlu bercahaya terang untuk disebut indah. *** [ KONFLIK RINGAN 😉 DAPAT MENYEBABKAN KEBINGUNGAN ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines