Gadis kecil kesayangan Mama, Papa.
Gadis manja itu, gadis yang diselimuti ruang kehangatan setiap waktunya. Dia tumbuh dengan cerdas, baik, dan sangat hangat kepada semua orang.
Namun sayang, kehangatan itu suatu saat juga pergi ditelan dusta. Gadis manja itu mulai berdiri sendiri saat ini. Ia akan berjalan menyusuri ruang dan waktu bersama kesepiannya. Entah dengan siapa, entah bagaimana, dan entah apa yang akan ditemui dan dilakukannya di kemudian hari.
Cinta?
Cinta tulus yang ia mimpikan, cinta suci yang ia harapkan. Tetap berjalan di langkah yang benar adalah prinsipnya. Selalu memegang teguh ajaran agama yang ia pegang. Percaya jika Tuhan dia akan selalu melindungi dan menyayanginya.
Namun naas,
Cerita buruk itu akhirnya terjadi di suatu hari. Namun di satu sisi. Cinta oleh manusia tidak ia dapatkan. Semua naas, sangat kacau. Ia telah rusak, ia tidak lagi menjadi gadis manja itu, gadis baik itu telah pergi.
Hingga suatu hari,
Ia dipertemukan dengan seseorang yang betul-betul datang disaat ia sedang bimbang mengenai kehidupan. Gadis itu sangat mencintai TuhanNya. Namun disisi lain, orang yang sedang bersama ia juga memegang prinsip TuhanNya. Tuhan mereka sama, namun berbeda. Kesenjangan ini dimulai....
"Andriana Nadien Thierry Putri".
"Nathaniel Pradipta Wiratama".
Senjang..
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA 👍]
Cerita ini mengandung bawang yang bisa membuat kalian menguras air mata. Dan juga terdapat kata kasar.
Mohon bijak dalam membaca.
Kisah seorang gadis yang di nikahkan oleh pria yang dia cintai. Pria itu menikahkannya bukan karna cinta melainkan karna balas dendam sebab gadis itu membuat tunangannya koma.
❤️❤️❤️
"Sampai kapanpun, gue ngak sudi makan masakan yang lo buat"
"Ta-tapi-" belum sempat Hana melanjutkan kalimatnya, Daniel mendorong kuat tubuh Hana hingga wanita itu tersungkur ke lantai yang ada serpihan vas itu. Bahkan lutut dan telapak tangannya terkena serpihan itu, Hana menangis saat melihat darah mengalir.
Kemudian Daniel mengarahkan kakinya untuk menginjak tangan Hana bahkan ia menekan kuat sehingga darah dari telapak tangannya mengalir deras. Hana memekik keras, namun Daniel tidak menghiraukannya.
"Aww...Da-daniel.... Sa-sakit, kumohon... Le-lepas"
Daniel melepaskan tinjakkannya, Hana bernapas lega. Tapi Daniel kembali mencengkeram rahangnya hingga Wanita itu mendongak, kemudian tangan Daniel melayang ke pipi mulus gadis itu.
PLAK
Hana merasa pipinya panas, tamparan Daniel tidak main-main bahkan bisa ia rasakan bibirnya sedikit berdarah.
"Menangis sepuas lo, karna penderitaan lo masih panjang!!" ucap Daniel dingin, ia menyeringai tajam.
❤️❤️❤️
Akankah Hana bisa Mendapatkan Cinta Daniel?
Bisakah Ia bertahan sampai Akhir?
penasaran Sama Ceritanya? Kuy Baca Aja:)
⛔PLANGIAT DILARANG COPAS ⛔
Kalo udah baca ini, kuy baca Kahfi dan Naya 😊