I Won't Give Up [TERBIT]

I Won't Give Up [TERBIT]

  • WpView
    Reads 674
  • WpVote
    Votes 159
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2024
{True story} Bunga matahari, dengan tangkainya yang tinggi dan kokoh, melambangkan keberhasilan dan prestasi. Mereka mengingatkan kita untuk bercita-cita tinggi dan tak takut mengejar impian. ••• "Tasya apa kamu sudah dengar?" Tya membuat ku menjadi penasaran. "Apa?" "Jumat lalu, saat kamu izin karena sakit. Bu Anna ada menyinggung hal terkait dirimu." Perkataan Tya membuatku bete. "Dia menyindirku seperti biasa? Sudahlah nggak penting." "Bukan hanya itu, dia bilang ke kami, kalau namamu dan Linda sudah di taruh dibuku hitam miliknya." "Buku hitam?" "Iya, katanya jika kalian berbuat salah sekali lagi, besar kemungkinan kalian dikeluarkan dari sekolah ini." Sebenarnya apa yang terjadi pada Tasya? Kenapa namanya ditaruh di buku hitam? Mari ikut merasakan pengalaman menarik yang penuh suka duka bersama Tasya selama bersekolah di SMK Negeri 1 Kota.
All Rights Reserved
#5
kegagalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • He's My Frenemy [SKYNANI]
  • DeaSea
  • Brave Alone
  • ALEYA~~
  • Putih Abu Abu (BxB)
  • He is OSIS
  • Terong Emas dan Raksasa Jingga (ORANGE)
  • SATPAM SEKOLAH (bxb)

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines