SATU DIMENSI | END

SATU DIMENSI | END

  • WpView
    Reads 1,762
  • WpVote
    Votes 800
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 13, 2025
Anak yang diberi nama Galleo Naraka adalah salah satu anak yang dilahirkan hanya untuk menyaksikan sebuah rumah tangga yang dipenuhi dengan rasa kebencian, tanpa adanya cinta. Hidupnya semakin menderita kala palu sidang perceraian orangtuanya sudah di ketuk. Galleo terpisah dari adik kandungnya karena ia memilih untuk hidup sebatang kara di panti asuhan daripada memilih hidup diantara kedua orang tuanya yang egois. Dalam keterpurukan, Galleo bertemu seseorang yang tidak hanya menyembuhkan lukanya, tetapi juga membantunya mengungkap kebenaran yang lebih gelap dari yang ia duga.
All Rights Reserved
#774
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tasbih Pengantar Jodoh ( Terbit )
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Mengagumi Santri Dalam Diam [TERBIT]
  • GEANDRA  [TERBIT]
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • Quotes
  • Takdir Illahi [End]
  • Santri Kalong : Kala Rasa Harus Belajar Bersujud
  • ALSAKI
  • Tasbih Pembawa Jodoh

TELAH TERBIT DI CV FIRAZ MEDIA PUBLISHER Maulana Malik Ibrahim. Dia kira, dia yang paling terluka. Ternyata selama ini dia yang membuat hati seorang perempuan terluka. Dia kira, dia sudah cukup menghargai perasaan perempuan. Tetapi ternyata, dia tidak memedulikan perasaan perempuan yang mencintainya dengan tulus. Orang bilang, dia pintar. Tapi ternyata dia bodoh dalam urusan cinta. Dia merasa .... Dia mencintai Naima seperti Qais mencintai Laila. Namun, pada kenyataannya dia hanya larut dalam kagumnya yang berlebih. Dia terlalu mendamba menginginkan mempunyai pasangan yang pintar dan keibuan. Sampai-sampai dia tidak sadar telah memberitahukan perasaannya pada Fatimah - perempuan yang mencintainya. "Saya menyukai seorang perempuan. Dia perempuan yang pintar. Dia memang bukan perempuan yang sangat cantik. Tapi bagi saya, seorang perempuan setidaknya harus pintar, karena nantinya perempuan yang akan menjadi madrasah pertama anak-anaknya." Fatimah terdiam untuk beberapa saat. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya, "siapa perempuan itu, Kak?" Dengan senyuman yang mengembang Alan menjawab, "dia adik kelas saya." Deg. Alan tidak pernah tahu, ketika dia mengatakan itu hati Fatimah terluka. Fatimah sadari, dia bukanlah perempuan yang Alan maksud. Dia hanya perempuan biasa dan dia bukan adik kelas Alan. Dia hanya berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan. Tetapi, ternyata goresan takdir Allah begitu hebat. Setelah Fatimah menjauh, ternyata takdir membuat Alan menjadi jauh dengan Naima. Sampai pada kesempatan waktu Alan bertanya pada Fatimah. "Apakah saya ada dalam doamu, Fa?" Fatimah terdiam. Dia bimbang, apa yang harus ia jawab? Sampai akhirnya Alan kembali bersuara. "Jikalau iya, berarti doamu sangat kuat. Sebab semakin lama, perempuan yang saya suka semakin menjauh dari saya. Tapi jika itu bukan doamu, mungkin doa orang lain yang benar-benar ingin mendapatkannya." ★★★ Instagram: @Si_coklatsenja

More details
WpActionLinkContent Guidelines