Life After BreakUp [OPEN PO]

Life After BreakUp [OPEN PO]

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ava Elea Marie ingin menjalani life after breakup di usia 26 tahun dengan banyak impian yang sejak lama ingin ia capai. Namun, sepertinya semesta tidak membolehkannya untuk sekedar bersantai sebentar saja. Lantas, bagaimana jadinya life after breakup Elea berjalan? Apakah pesawat kertas yang selalu ia terbangkan dapat membawa tiap pesan di dalamnya? #eventssp #anniversary1thssp #nebulaxssp
All Rights Reserved
#146
dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Serpihan Luka
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • ZERO [Completed]
  • AlvarettAlam [Completed]
  • ZiAron [END]
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • Aurora

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines