" achievement and love"

" achievement and love"

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
Asya Verinda, anak remaja yang mengejar prestasi yang namun mengabaikan apa yang ia kejar karena problematik kehidupan. Asya bingung antara mengejar prestasi atau cinta pertama yang sangat rumit. Abra Avilo, seorang remaja berprestasi disekolah dan hatinya sulit untuk diluluhkan. Menurut Asya, Abra adalah suatu tantangan baginya. Karena hati Abra yang sangat sulit untuk luluh. Dicintai ugal-ugalan oleh Asya tidak membuat Abra menoleh ke arah perempuan itu. Abra malah menceramahi Asya setiap perempuan itu mendekatinya. Bagaimana cara Asya untuk meluluhkan hati cinta pertamanya?
All Rights Reserved
#18
abra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  •  Garis Luka
  • Bucin Sejak Dini
  • Love Language
  • THE SECRET OF LOVE
  • Arsyilazka
  • MY FIRST LOVE AT SCHOOL
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Cahaya Untuk Angkasa✅
  • Radithya : Warna-Warni Hubungan Tanpa Status [END]

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines