We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mr. Math, My Unexpected Fiancé

Mr. Math, My Unexpected Fiancé

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya datang ke sini bersama keluarga, bermaksud untuk melamar bu Triningtyas Ayodia." JEDER!!! Bak petir menyambar di siang bolong, Tyas terhentak dari aktivitas mencucinya dan lari ke depan. Matanya menangkap sosok tinggi yang membuatnya stres berhari-hari, mendengar suaranya saja membuat bulu guduk Tyas bergeming, itu adalah Avan, guru matematika perfeksionis yang kerap terlibat masalah dengannya. Eh, tunggu dulu, pak Avan bilang apa tadi? melamar!? yang bener aja? ******** Ini adalah remake dengan versi baru berdasarkan cerita alternative universeku "Three Months" pair Sakusa Kiyoomi X Yachi Hitoka di Twitter @mengcekov
All Rights Reserved
#136
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Agrafaz || (immediately published)
  •  Lost in Your Eyes
  • (Not) Bad Marriage [END]
  • His Obsession ✘ Cai XuKun
  • SELENOPHILE
  • A Promise Of Mine
  • Enemigo
  • CHAPTER HIDUP 2: IDEALISM WITH LOVE (Faye Yoko)

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines