di ambang karam

di ambang karam

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
jika takdir sudah di pilih lantas mengapa harus memilih, mengapa di paksa menetap jika ujung nya di suruh pergi, mengapa di obati jika terus di lukai, mengapa harus mencintai jika tak dicintai, mengapa dihadirkan jika ingin di musnahkan.dan mengapa aku nyaman di saat berada di dekat mu saja ku selalu terluka. ini hidupku, wanita biasa yang di paksa menetap di tempat yang kumuh,di paksa duduk di atas dahan yang hampir patah,dan aku yang di paksa bertahan menopang cermin yang hampir retak.ini aku, seorang gadis biasa yang di paksa menjadi sebuah robot yang hidupnya selalu di atur layaknya game dengan kontrol di dalamnya,ini aku gadis biasa yang ada tapi dianggap tak ada, layaknya fatamorgana. Hubungan kita sudah di ambang karam, Bahkan aku terlalu philophobia untuk merasakan pragma dari mereka. ~Athena elara astralla zenith~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • TEMBOK CINTA
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • DIA ANEH
  • Red [Cerita Pendek]
  • Aku Adalah Lukamu
  • The Elements
  • Struggled
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines