3587
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2024
Perjalanan seorang pria yang mencari arti dari kehilangan cinta. Ketika cahaya yang dulu menerangi jalan hidupnya telah padam, dia memutuskan untuk memulai perjalanan baru. Petualangan yang membawanya melewati puncak gunung yang tertutup salju, hingga ke lembah yang dalam dan sunyi, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui jiwa dan pikirannya. Namun, di balik setiap langkah yang diambilnya, di setiap angin yang menggoyangkan rambutnya, ada satu teman yang setia menemaninya: kesunyian. Dalam keheningan malam dan kehangatan sinar bintang, dia menemukan kekuatan baru, menemukan kembali dirinya yang telah lama terlupakan.
All Rights Reserved
#199
mesinwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • " To Love ,To Lose "
  • Traces in the Light
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Aku,kamu dan Harapan yang tertinggal
  • trace of memories

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines