Virtual Life / Love?

Virtual Life / Love?

  • WpView
    LECTURES 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Nadhira, seorang siswi 17 tahun yang merasa kesepian, menemukan pelipur lara di dunia maya melalui aplikasi Turbogram. Di sana, ia bertemu dengan Adam, pria 22 tahun, dan mereka menjalin hubungan yang semakin dekat meski hanya melalui chatting. Keduanya sering bertukar pesan dan perhatian, membuat Nadhira merasa istimewa. Namun, dia mulai bertanya-tanya apakah hubungan ini bisa menjadi nyata atau akan tetap menjadi cinta virtual.
Tous Droits Réservés
#599
virtual
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bonded by Game
  • FIRST LOVE [ END ]
  • Clingy Badboy [End]
  • Beware of The Villain
  • VALMORA
  •             Between Me You And Her
  • Agga? Sucks! (SELESAI)
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir

Malam itu, Aurora mengetukkan jarinya di meja sambil menunggu ronde berikutnya dimulai. Layar monitornya dipenuhi sorotan neon khas Valorant, suara tembakan dan langkah kaki menggema di headset. "One enemy remaining," suara announcer terdengar. Aurora menggerakkan crosshair-nya dengan hati-hati. Dari sudut matanya, ia bisa melihat rekan satu timnya-"NateX"-bergerak cepat ke arah musuh terakhir. Dor! "Nice one!" suara NateX terdengar di voice chat. Aurora tersenyum kecil. Mereka sudah lama bermain bersama, tapi tetap saja terasa menyenangkan setiap kali menang sebagai tim. Entah bagaimana, mereka selalu bisa memahami gaya bermain masing-masing, seolah sudah kenal bertahun-tahun. Padahal, mereka hanya tahu satu sama lain lewat nickname di game. Ting! Sebuah pesan masuk di chat pribadi. NateX: "Eh, kalau kita ketemu di dunia nyata... kita bakal tetap sekompak ini nggak, ya?" Aurora menatap layar. Jantungnya berdebar, meskipun ia tak tahu kenapa. Mereka hanya partner di game-tak pernah bertanya nama asli, tak pernah membahas kehidupan di luar layar. Tapi untuk pertama kalinya, ia bertanya-tanya... siapa sebenarnya "NateX" ini?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu