Dongeng-Dongeng Kecil.

Dongeng-Dongeng Kecil.

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2024
Dari setiap badai yang datang, ku mohon untuk yang kesekian kali hiduplah dan abadi dalam kebaikan. "Aku pernah merasakan rasa sakit terhebat. Dan rasa sakit itu aku dapatkan saat aku benar-benar percaya pada manusia." Kian indah kalimat itu, tanpa aku menyadari bahwa ternyata memang benar. Menganggap semua manusia baik itu juga salah. Kini mata ku terbuka dengan sangat baik dan jelas. Bahwa dalam beberapa kesempatan, aku dikecewakan dalam harapan ku sendiri. Mengenang aksara baik dalam setiap perjalanan yang kita dapat adalah hal yang menyenangkan. Aku ingin berada dalam kenangan seseorang. Namun sayangnya, orang mampu memilih dengan siapa dia menaruh kenangan yang biak atau tidak. Semoga kisah ini memberi kehangatan dalam setiap jiwa yang kehilangan arah.
All Rights Reserved
#153
asrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • FRIENDzone (Completed)
  • In The Sunrise
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Perjalanan Cintaku...
  • TAK BERSAMBUT
  • relationship syllaa
  • En(l)d. (on going)
  • Cinta AFIKA [TΓ’mΓ’t]βœ“
  • γ€ŠThis Heart♑》{END}S2 CEK ACCOUNT INI

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines