Jangan Lagi Hujan

Jangan Lagi Hujan

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2024
Jangan lupa follow ya dan thx yu buat yang udh baca ----------------------------------------- Kalau tuhan bisa mengabulkan permintaanku, aku hanya meminta agar hujan ditidakan di bumi ini, memang sangat egois dan bodoh. Disaat orang lain menanti datangnya hujan, menunggu dengan secercah doa yang penuh harapan, kemudian tersenyum haru ketika satu persatu rintik hujan mulai membasahi bumi, meratapi hujan sebagai anugerah. Tetapi bolehkah aku mengutuk hujan? Membencinya dan memandangnya sebagai musibah yang menghilangkan semua kenangan dalam hidup. Andai hujan tidak ada, mungkin aku masih bisa melihat semuanya dengan penuh kebahagiaan. Andai hujan tidak ada, mungkin juga aku bisa tersenyum merasakan kehangatan dengan penuh canda tawa. Dan andai jika hujan tidak ada mungkin air mata tidak akan selalu turun melewati pipi hingga jatuh terus menerus kebawah. Salahkah aku meminta seperti itu tuhan? apa engkau bisa mengabulkan satu permintaan ini? apakah permintaan ini berat?. Aku hanya ingin hidup tenang tuhan. Tolong jangan salahkan aku atas sebuah permintaan egois ini, tetapi salahkan hujan yang merampas semua yang ada didalam hidupku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • I LOVE RAIN🌧
  • Hujan Di Langit November
  • HARUSKAH KU PERGI
  • Gadis Hujan
  • Aksara & Hujan (TERBIT)
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓

Terkadang, aku tak mengerti mengapa aku tercipta di muka bumi ini. Tak ada yang salah dengan ku. Aku tumbuh dan besar dengan serba kecukupan. Tak kurang apa pun . Kecuali kasih sayang. Kelahiranku tak di inginkan oleh ibu kandungku sendiri. Hal itu membuat aku harus di asingkan di perkebunan teh keluargaku di Bandung. Aku tumbuh di sana dan hidup bersama sebelas asisten rumah tangga yang selalu melimpahiku kasih sayang. Aku selalu bertanya pada Tuhan, apa salahku hingga Ibuku tak mau menerimaku. Hari hari yang ku jalani sangat sepi. Aku mendamba kasih sayang sebagai seorang anak. Aku sepi, sedih dan meratapi nasibku sendiri. Hingga Dia tiba. Dia yang selamatkan aku dari petaka yang aku buat sendiri. Pertemuan itu, membuatku merasakan ada sebuah rasa yang kini tertanam di hatiku. Apakah itu yang di sebut dengan Cinta,? Entahlah..aku tak tahu. Namun, ditengah kebahagiaanku dengannya, Ibu menawarkan pilihan yang berat. Aku akan di akui sebagai anaknya jika aku mau menuruti segala keinginannya. Dan keinginannya adalah, hal terberat yang tak pernah terfikirkan sebelumnya... . . only on Wattpad dodiprayogo

More details
WpActionLinkContent Guidelines