Sumilir [Selesai | Lengkap]

Sumilir [Selesai | Lengkap]

  • WpView
    Bacaan 2,899,619
  • WpVote
    Undian 208,615
  • WpPart
    Bahagian 54
WpMetadataReadCerita Lengkap Kha, Jun 18, 2026
[Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.
Hak Cipta Terpelihara
#21
kota
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Istri Untuk Ndoro
  • yang kupeluk dalam tenang
  • Guruku Imamku
  • Arsyilazka
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • Memeluk Kabut
  • Dear Miss Manager (Tamat Di KK)
  • TITIK KOMA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi