"Kecewa" Katanya

"Kecewa" Katanya

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 5, 2024
"Kecewa" Katanya. Karangan ini dibuat berdasarkan pemikiran saya sendiri yang tidak saya copy paste/plagiat dari karya orang lain. Apabila terjadi kesamaan tokoh, alur, dan latar bukanlah kesengajaan! Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak bungsu, dia Resha Athraya yang kehilangan kasih sayang dari orang tuanya, yang terus terusan dituntut, yang tidak pernah didengar oleh kedua orang tuanya. Memiliki trauma atas kejadian yang terjadi padanya ketika pulang sekolah, hingga pada akhirnya traumanya sirna karena pria yang membantunya saat dihari naas itu. Bagaimana kisah lengkap Resha Athraya? Mari baca " 'Kecewa' Katanya" ! Sebelum membaca jangan lupa follow akun ini! Ambil positifnya buang buruknya! Dilarang Plagiat! Pastikan anda sudah berusia 15+ agar bisa membaca cerita ini! Terimakasih!
All Rights Reserved
#209
keluargacemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • REGRET [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Let Me Love You Longer
  • ARLITA [Selesai] (Terbit)
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Sheina (Terbit)
  • RAPUH!
  • ARIANA ( Lengkap )

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines