BOS MAFIA [revisi]

BOS MAFIA [revisi]

  • WpView
    Reads 240,732
  • WpVote
    Votes 5,378
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 2, 2025
tu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang supir, "minggir" pria itu pun berjalan mendekat kearah gadis mungil itu "hiks sepeda gue rusak hiks........" "hey you okay? " tanya dingin pria tinggi berwajah datar menatap gadis kecil di depannya yang sedang menangis ayo sini mampir baca. semoga kalian suka dengan cerita ku jangan lupa vote ya Makasih SELAMAT MEMBACA
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  BECOME THE PET OF THE FEMALE MAFIA [ END ]
  • Keep
  • COMPLICATED
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Tawanan Fabio's (TAMAT)
  • QUEEN RERE [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • RAFASYA
  • Pscyho Boyfriend -OSH [END]

[NEXT AKAN DI REVISI+CHAPTER TAMBAHAN] Pernahkah kamu terbayang menjadi boneka dari seorang mafia wanita yang kejam dan tanpa belas kasih tetapi tanpa kamu tahu apa penyebab nya? Pintu baja berderit terbuka. Alvin mengangkat wajahnya perlahan. "Kau... siapa?" "Rosé," jawabnya singkat. "Kau akan mengingat nama itu mulai sekarang." Alvin menggeleng. "Kenapa aku di sini? Apa salahku?" Rosé tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Alvin dalam-dalam. Tatapan itu tajam, menembus,seolah ia sedang mencari sesuatu yang tersembunyi di balik wajah polos Alvin. "Kau tidak salah...kau hanya sangat mirip" ucapnya pelan. "Maksudmu apa?" Rosé mendekat. Napasnya hangat namun dingin secara emosi, menyentuh wajah Alvin yang berkeringat. Ia merendahkan tubuhnya, menatap Alvin dari jarak dekat. Tangannya mengelus pelipis Alvin dengan pelan, seperti menyentuh hantu masa lalu. "Sudah kubilang, kau tidak perlu tahu sekarang" bisiknya. "Yang perlu kau lakukan... adalah bertahan." "Bertahan dari apa?!" Rosé menarik diri dan tertawa kecil,tawa yang hambar dan pahit. "Dari aku" katanya datar. Typo everywhere, sorry penulisan masih belum rapih dan kalo ada kesalahan please kasih tau yaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines