Trouble FATE

Trouble FATE

  • WpView
    LECTURES 31
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juin 23, 2024
Elena tiba-tiba menghilang, meninggalkan Langit tanpa sepatah kata. Cewek itu menghilang meski dicari ke segala penjuru dunia. Terbesit dugaan, kalau cewek itu diculik. Lalu, siapa cewek yang ditemukan sedang tertidur di dalam kamarnya setelah dua bulan Langit mencarinya dengan susah payah. "Kamu bukan Elena!" Cewek itu justru menyeringai, lalu menarik Langit dalam pelukannya. "Siapa yang bisa bikin jantung Langit berdebar kek sekarang? Hanya aku, Elena, bukan?" ** #Update 1 Kali Seminggu
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pangeran Kegelapan
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Hunter Devil
  • Mania
  • Lunetta De. Fiorella: Teman Khayalan [Revisi]
  • Karisha: I Am Vilains (Open Pre-Order)
  • CEZALINE

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu