Pervert Girl

Pervert Girl

  • WpView
    OKUNANLAR 544
  • WpVote
    Oylar 16
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Haz 11, 2024
Yang orang-orang tau Avani Setia Ningsih adalah gadis baik, penyayang dan ceria namun, tidak ada satupun yang tau apa yang ada di pikiran Avani. Nyatanya gadis yang selalu berpakai sederhana dan simpel itu menyimpan sebuah rahasia besar di balik semua sikapnya. Mesum. Satu kata yang menyimpulkan pemikiran Avani yang selalu membayangkan keperkasaan seorang pria dibalik baju yang menutupi tubuhnya. Demi menuntaskan rasa penasarannya terhadap tubuh Helios Adhicrata, Aviani menempuh sedikit jalanan curam yang mungkin membuatnya dalam masalah.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Arrogant vs Crazy
  • Kiss the Rain
  • TERJEBAK [ END ]
  • Pewaris Untuk Mantan Suami
  • Not So Cold Mr.Boss (End)
  • My Love Journey
  • Mawar|Berduri
  • JodohKu Milyader (COMPLETED)

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi