Cerita ini lahir dari kisah nyata tentang seorang gadis yang memasuki masa remaja dan tanpa pernah ia duga, menemukan seseorang yang perlahan menjadi cinta pertamanya. Namun, jalan yang ia lalui tidak seindah bayangannya.
Semua bermula pada tahun 2021. Seorang gadis bernama Lia bertemu dengan kakak kelasnya, Okto. Pertemuan itu terjadi saat Lia baru memulai hari-harinya di bangku SMP, sementara Okto berada di penghujung masa sekolahnya. Mungkin ada bagian dari dirinya yang tidak ingin merasakan semua ini, tetapi takdir sudah lebih dulu menuliskan kisah mereka.
Selama tiga tahun, Lia menjadi pengagum dalam diam. Ia mencintai tanpa pernah benar-benar memiliki. Harapan yang ia simpan perlahan runtuh ketika kenyataan menunjukkan bahwa lelaki yang ia cintai justru mencintai orang lain. Perasaan minder terhadap fisik membuatnya memilih mundur. Sosok yang selama ini menjadi sumber semangatnya terpaksa ia relakan, karena ia mulai yakin bahwa kisah mereka tidak akan pernah menjadi nyata.
Tahun 2024 menjadi batas yang semakin nyata. Kemungkinan untuk bertemu kembali semakin kecil. Gadis yang selama ini menyimpan perasaan harus belajar merelakan. Ia mencoba berbagai cara untuk melupakan, tetapi kenangan itu terlalu dalam untuk dihapus begitu saja.
Hingga akhirnya, ia memilih pergi. Meninggalkan kota itu menjadi caranya untuk menyembuhkan diri. Tanggal 31 Mei 2024 menjadi penanda akhir dari masa SMP yang juga menjadi awal dari perpisahan. Ia sadar bahwa waktunya untuk melihat sosok itu semakin singkat.
Karena itulah, ia memilih mengabadikan semua rasa dalam sebuah cerita. Cinta pertama yang entah merupakan takdir yang direstui Tuhan atau hanya sekadar persinggahan, ia pun tidak memiliki jawabannya.
Gereja HKBP menjadi saksi bisu, tempat di mana ia diam-diam memperhatikan dari kejauhan. Setiap kali melihatnya melayani, ada rasa bangga yang tumbuh di dalam hatinya. Perasaan yang sederhana, namun begitu tulus.
Kini semuanya harus berakhir.
All Rights Reserved