Trading the Spotlight [TERBIT]

Trading the Spotlight [TERBIT]

  • WpView
    Reads 3,254
  • WpVote
    Votes 188
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 21, 2025
Dari sekian banyak potensi, aku rasa potensi terbesarku adalah hidup dalam bayang-bayang hutang atas kemewahan hidup kekuargaku. Hidup bagai layang-layang terbawa angin tanpa tuju, masih beruntung kait benang tidak putus. Atau barangkali, sebentar lagi. Apa yang diharapkan dari karir diambang batas menuju jurang kemiskinan selain berharap datang sebuah keajaiban? "Mel, ini. Undangan terakhir, Milan Fashion Week. Aku harap itu bisa mengembalikan sinar lampu sorotmu." Tidak ada keberuntungan dalam kalender hidupku. Bahkan untuk mendapatkan hidupku kembali, aku harus membayarnya dengan ketidakbebasan. "Satu bulan lagi?" tanyaku. "Satu bulan dan kita selesai."
All Rights Reserved
#50
pensivol11
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LINGKARAN | Anzahl dRei |
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • REVERSE BOY [ TAMAT ] ✔
  • Second Place is Where You Left Me - F1 Story
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • DUA ROTI [EBOOK]
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • (✓) You eat the melon, I torture the scum, it's fun in the live broadcast room

Mereka bilang aku rusak-tapi tak satu pun dari mereka yang datang untuk menolongku. Di negeri yang menganggap luka di kepala sebagai kelemahan iman, kurang piknik, atau akibat terlalu banyak main HP, penyakit kejiwaan masih dipandang sebagai kutukan atau aib. Orang yang menangis dianggap cari perhatian. Yang bunuh diri dicap bodoh. Sementara seminar motivasi terus digelar di hotel mewah, rumah sakit jiwa penuh, dan mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan justru dilabeli "gila"-lalu dilupakan. "Lingkaran" mengikuti kisah Kaisel, seorang anak dibawah umur yang dimasukkan ke rumah sakit jiwa setelah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya. Diabaikan oleh keluarga, dihakimi oleh masyarakat, dan terjebak dalam sistem yang gagal melindunginya, Kaisel hidup didalam dunia yang tidak lagi bisa ia percayai. Tak ada nama, tak ada suara-hanya ingatan yang kabur dan luka yang tak bisa dijelaskan. "Ini terasa begitu sakit... ini membuatku pusing... ini sakit sekali..." "Aku harap rasa sakit ini berhenti. Kenapa begitu sakit? Aku tidak mau sakit..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines