Hilmi Untold Story (END)

Hilmi Untold Story (END)

  • WpView
    LECTURES 7,589
  • WpVote
    Votes 637
  • WpPart
    Chapitres 34
WpMetadataReadTerminé dim., juil. 21, 2024
(cerita ini diikutsertakan dalam #FestivalMenulisFiksiRasi) Hilmi membenci pernikahan kedua ibunya. Tidak bisakah semua orang percaya pada perkataannya? Semuanya menganggap Hilmi hanya membual hanya karena ia masih dibawah umur dan dianggap sebagai bocah yang tidak tahu apa-apa dan tidak berhak mencampuri urusan orang dewasa. Tapi Hilmi juga manusia, ia berhak berpendapat dan menyuarakan pikirannya. Mereka menganggapnya berbeda. Hingga Hilmi memutuskan untuk bungkam dan tidak pernah menceritakan lukanya pada siapapun itu dan kapanpun juga. Namun hidup memiliki rencananya tersendiri, seperti yang pepatah katakan, sejauh apa pun tupai melompat ia pasti jatuh juga. Sama seperti kebungkaman Hilmi, yang akhirnya terungkap. Start: 08/06/24 Finish: 21/07/24
Tous Droits Réservés
#223
eunseok
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Paradise
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Atarangi. {Selesai}
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • This Really Hurts [END]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Disappointed.
  • Rintik Hujan

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu