METAMORFOSIS ABJAD

METAMORFOSIS ABJAD

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
Iris coklat teduh itu mengarah pada sepucuk bunga mawar putih yang tersusun apik di tepi balkon kamar, kelopaknya bergoyang kala seekor kupu-kupu bertengger manis seakan tak mau melewatkan si manis yang sedang merekah dengan begitu indah. Dia Qastianakara Praadirga lelaki yang tak pernah merubah tatapan itu kala menatap sang pemilik kelopak putih, senyumnya akan terus merekah tak pernah meredup. namun cahayanya begitu saja hilang kala pusara semestanya meninggalkan Qastian kecil seorang diri. Ditemani sosok ayah yang perannya ikut mati, saat Bundanya tidur lelap beralas tanah gelap. Ternyata tuhan itu adil, kala Qastian menatap kelam ke depan, gadis mungil itu datang dengan celoteh yang begitu banyak bagi hidup Qastian yang tak berwarna. Naqilla Avelia Naydina, untuk Qastian yang tidak percaya akan tuhan itu baik. Kian merasakan jarak itu mengikis saat Naqilla ada bersamanya. Namun, apa jadinya jika tuhan mengambil lentera kecil itu, akankah ia tetap sama? Atau mungkin tuhan menepati janji untuk mempersatukan mereka kembali, tetapi tuhan dengan tega mengambil hal yang tak terduga dalam hidup Qastian, apakah ini adil? Bagi Qastian lelaki pemilik ruang hampa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEZALINE
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Suck It and See (Complete)
  • FLAMBOYAN
  • Satu Detik Terakhir
  • Imam Pilihan Appa [end]
CEZALINE

Cezaline pikir tahun terakhirnya di SMA bakal berjalan mulus. Tinggal setahun lagi, lulus, lalu bebas. Tapi tiba-tiba, tanpa aba-aba, dia dipindahin ke Asrama Lentera, tempat yang katanya bisa "membentuk masa depan." Tapi buat dia, tempat ini lebih mirip labirin penuh orang-orang aneh. Asrama Lentera bukan cuma sekadar tempat tidur dan belajar. Di sini, semua orang udah punya tempat masing-masing. Selain karena mereka sudah dari lama berada di Asrama dan hidup saling berdampingan, mereka juga beruntung karena dipertemukan dengan manusia setipe-nya. Ada sekumpulan orang-orang ambis yang hidupnya muter di buku dan ujian. Ada sekumpulan manusia yang santai banget kayak sekolah cuma formalitas. Ada juga para berandalan yang hobinya bikin ribut dan cari masalah. Dan masih banyak lagi tipe-tipe manusia di sini. Yang pasti, semua sibuk dengan dunianya sendiri, dan Cezaline? Dia nggak pengen jadi bagian dari itu semua. Cezaline cuma pengen hidup tenang, tapi Lentera nggak pernah ngasih pilihan semudah itu. Dia cuma punya dua pilihan: ikut arus atau tenggelam. Dan buat Aline, setahun terakhir ini bisa jadi tahun yang paling panjang dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines