School Fighter

School Fighter

  • WpView
    Reads 749
  • WpVote
    Votes 506
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 17, 2024
Di kota yang penuh persaingan, sekolah-sekolah menengah tak hanya berkompetisi dalam bidang akademik dan olahraga, tetapi juga terlibat dalam pertarungan rahasia yang penuh ketegangan. Zyen a Reykimm, seorang siswa baru di SMKN 21 dengan keterampilan bela diri yang luar biasa, mendapati dirinya terjebak dalam dunia keras ini. Ketika seorang guru terbunuh secara misterius, kecurigaan dan konflik antar sekolah meningkat tajam. SMKN 21, bersama dengan sekolah-sekolah lainnya seperti SMKN 24 dan SMAN 55, berusaha mencari pelaku pembunuhan ini, memicu serangkaian pertarungan sengit antara geng-geng sekolah. Di tengah investigasi dan pertarungan mematikan, kompetisi pertarungan dengan hadiah besar digelar, menarik perhatian para petarung terbaik dari setiap sekolah. Hadiah besar tersebut bukan hanya uang, tetapi juga kehormatan dan kekuasaan yang tak ternilai. Zyen harus mengandalkan keterampilan dan kecerdasannya untuk bertahan hidup, membuktikan dirinya, dan mengungkap kebenaran di balik pembunuhan tersebut. Dengan bantuan teman-temannya, Zyen berjuang melawan musuh-musuh kuat dan tantangan tak terduga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 Titik Balik (END)
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Baswara
  • 𝘔𝘰𝘰𝘯𝘭𝘪𝘵 𝘚𝘺𝘮𝘱𝘩𝘰𝘯𝘺 (𝘔𝘪𝘬𝘢𝘻𝘶𝘬𝘪 𝘈𝘳𝘪𝘰𝘯 𝘹 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳)
  • Sekolah Bersenjata
  • Mission : Love and Blood
  • Mystro {On Going}
  • JAWARA SANTUY
  • The Queen on a Tattered Throne

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines