Lunar
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2024
Semburat awan berwarna jingga di taman kota kala itu, selaras dengan padu padan kicauan segerombolan burung saling berseru. Waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga membuat moment baru. "Ck," Bima tak tahan melihat banyaknya interaksi hangat sebuah keluarga yang utuh. Ia tak membenci kehangatan sebuah keluarga, hanya saja ia membenci kenyataan bahwa semesta tidak mengirimkan keluarga yang selengkap itu. "Bim, lu gamau coba dengerin alasan ayah lu dulu? siapa tau emang ada alasan yang masuk akal kok," Lunar hanya berusaha melunakkan hati Bima yang keras dikala itu. "Nar, lu ngerti apasih? Lu aja gapunya keluarga."
All Rights Reserved
#494
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COMPLICATED
  • F A K E ? [End]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • RAPUH!
  • Something Bitter
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • RION IS MY MANTAN!

Gemilang High School "RAINKA!!" bentak revan kepada rainka membuat gadia itu terkejut bukan main "Kak tolongin aku,sakit "revan membantu vira berdiri dan menatap tajam ke arah rainka "Kamutu kenapa jadi kasar kek gini ha!!" "Tadi aku didorong sama rain sampe aku jatuh" adu vira kepada revan dengan bersandiwara serapi mungkin agar reva percaya dan bersimpati kepadanya,dan tujuan awalnya untuk membuat revan benci dan meninggalkan rainka "BOHONG!! lo emang iblis bermuka dua!lo sengaja fitnah gue supaya revan benci sama gue!!" Bentak rain kesal dam mencekal tangan vira " aww,sakit rain! Kak revan tolongin aku" ucap vira mencari perhatian revan "Cukup rainka!lepass!!" Revan menyentak tangan rainka dan terlepas dari tangan vira "Sekarang kamu pergi dari sini"usir revan " tapi aku gasalah van,yang salah itu dia,dia yang udah fitnah aku,kamu harus percaya sama aku" titah rain agar revan percaya kepadanya "Pergi" ucap revan dingin menusuk ke arah rainka "Tapi aku ga..." "PERGI BANGSAT!!! Ini cerita pertamaku dan murni dari Fikiran dan imajinasiku, banyak kesalahan dari cerita ini jadi mohon saran dan kritiknya untuk cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines