Story cover for Panitia 2.0 by pisceserie
Panitia 2.0
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 06, 2024
Daryl Kominfo:
Dinda gue minta tolong lo buat bantuin gue jadi wakil ketua di TDR 2.0 ya. Gue nanti jadi ketuplaknya. Gue harap nanti kita bisa kerja sama bareng karena TDR 2.0 progja utama Kominfo. Makasih🙌🏻

---

Dinda kira jadi wakil ketua pelaksana merupakan suatu hal yang gak sulit-sulit amat. Namun ternyata tak lebih dari sebuah acara badut yang membuatnya setiap hari uring-uringan. Mulai dari ketuplak yang makin lama makin nyebelin, koordinasi yang semrawut, sampai ia yang ngoceh sendiri di grup-grup karena anggotanya yang silent reader. Tapi di balik itu, Dinda juga gak mau kalo acara yang ia pegang jadi jelek dan asal-asalan. 

Disisi lain, kosongnya posisi salah satu ketua divisi mengantarkan Dinda menuju kemenangan pertarungan ego-nya untuk setidaknya sekali saja mengalahkan si 'ketua pelaksana'. Hingga muncullah seseorang bernama Kale, dan sejak saat itu hidup Dinda terasa semakin semrawut dibuatnya.

mei©2024 - pisceserie
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Panitia 2.0 to your library and receive updates
or
#889heeseung
Content Guidelines
You may also like
Dialektiva by penacandramawa
50 parts Complete
Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?
You may also like
Slide 1 of 10
Jodohku Bukan Perjaka cover
The Cool & Possesive Kakel cover
Dialektiva cover
Tingkat Dua cover
Thesis & Tension (COMPLETED) cover
Randhika ✓ cover
Orang Ketiga cover
Interested [TERBIT] cover
GALANDRA - (COMPLETED) cover
Dated; Engaged [COMPLETED] cover

Jodohku Bukan Perjaka

200 parts Complete

Kupikir, jadi mahasiswi low profile dengan penampilan seadanya akan membuatku damai menjalankan masa kuliahku dan jauh dari masalah. Ternyata dugaanku salah! Ini malah membuatku hampir di DO hanya karena kepergok jalan dengan cowok ganteng!' Kalina Amara Kehlani (20th) tak menyangka kalau teman sekelasnya yang sudah dianggap sebagai sahabat sejatinya menghancurkan reputasinya di kampus setelah menyinggung dosen pembimbingnya Prof Dr dr Daffin Erlangga Pamungkas Sp.A(K), KHOM (32th). Daffin membuat semua tak mudah untuk Kalina. Dia tak mau mendengar penjelasan dari Kalina kalau Kalina di jebak. Mampukah Kalina bertahan melewati badai di kampusnya sedangkan dari hari ke hari semakin berat untuknya dan semakin banyak kesalahpahaman dengan teman seangkatannya dan bahkan, Prof Daffin juga semakin membencinya karena ulah teman-temannya itu. Haruskah Kalina pasrah, merelakan tiga tahun perjuangannya di kampus dan pindah kuliah saja demi kedamaiannya? Atau haruskah dia memperjuangkan keadilan untuk dirinya sendiri? Tapi tunggu, siapa Amara? Kenapa setelah mengenalnya neraka di kampus Kalina berubah menjadi surga? Dan kenapa Prof Daffin semakin terlihat tampan dan menggocangkan hatinya? *** Terima kasih sudah mampir ke ceritaku. Selamat membaca dan semoga suka ya Kak dan jangan lupa bantu follow profile-ku ya ❤️❤️❤️ More info tentang aku: ig @ri.chi_rich