We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Panitia 2.0

Panitia 2.0

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Daryl Kominfo: Dinda gue minta tolong lo buat bantuin gue jadi wakil ketua di TDR 2.0 ya. Gue nanti jadi ketuplaknya. Gue harap nanti kita bisa kerja sama bareng karena TDR 2.0 progja utama Kominfo. Makasih🙌🏻 --- Dinda kira jadi wakil ketua pelaksana merupakan suatu hal yang gak sulit-sulit amat. Namun ternyata tak lebih dari sebuah acara badut yang membuatnya setiap hari uring-uringan. Mulai dari ketuplak yang makin lama makin nyebelin, koordinasi yang semrawut, sampai ia yang ngoceh sendiri di grup-grup karena anggotanya yang silent reader. Tapi di balik itu, Dinda juga gak mau kalo acara yang ia pegang jadi jelek dan asal-asalan. Disisi lain, kosongnya posisi salah satu ketua divisi mengantarkan Dinda menuju kemenangan pertarungan ego-nya untuk setidaknya sekali saja mengalahkan si 'ketua pelaksana'. Hingga muncullah seseorang bernama Kale, dan sejak saat itu hidup Dinda terasa semakin semrawut dibuatnya. mei©2024 - pisceserie
All Rights Reserved
#138
collegelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Thesis & Tension (COMPLETED)
  • GALANDRA - (COMPLETED)
  • Tobatnya 'Seorang' Buaya ✔
  • Satu Alasan Untukmu (SEGERA TERBIT)
  • Interested [TERBIT]
  • The Cool & Possesive Kakel
  • JENASAKA
  • KAPAL ARDIN (END)

[Trigger / content warning: domestic violence, self injury, negative vibes] Sejak di-PHK, Ayah berubah 180 derajat. Ladin tidak lagi melihat sosok wibawa pada ayahnya karena yang dilakukan Ayah sekarang hanya marah-marah, judi, dan mabuk. Ibu akhirnya harus menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga karena Ayah enggan kembali bekerja. Ladin bukan termasuk orang pendiam, tapi sejak dulu ia tidak pernah menyuarakan emosinya. Oleh karena itu, melukai tubuh kerap kali dijadikannya jalan pintas untuk menuntaskan emosi. Tidak ada ruang untuk Ladin dapat bercerita. Dunia terlampau sibuk hingga tak berkenan mengurusi perempuan kecil yang bukan siapa-siapa. ----- "Katanya, beberapa mahasiswa psikologi itu lagi berobat jalan?" ----- Cerita ini adalah fiktif. Background cover credit to owner (I am sorry because I can't find the artist)

More details
WpActionLinkContent Guidelines