Story cover for Rompies by Coretanawang
Rompies
  • WpView
    Reads 3,386
  • WpVote
    Votes 290
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 3,386
  • WpVote
    Votes 290
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jun 06, 2024
Namanya Roman Satria Nugroho.

Laki-laki keturunan Jawa dan Makassar.

Si anak teknik sipil yang sempat menyukai gadis dari Administrasi bisnis namun perbedaaan membuatnya mengurungkan diri untuk mendekati si pujaan hati. Setelah berhasil melupakan karena kesibukan sebagai Mahasiswa baru dan ditunjuk sebagai wakil BEM Fakultas pada semester kelima, Roman justru harus terkejut ketika melihat daftar nama anggota KKN Maluku yang sudah ditentukan.

Ditengah rasa senang. Roman mendapati teman barunya, si paling terkenal di FISIP dan hampir seluruh kampus karena selalu gonta-ganti mobil rupanya menaruh rasa yang sama. Dan, sialnya! Pria itu lebih dulu mengenal si gadis lebih dari pada dirinya.

*****

"Mau sampe kapan membujang? Temen-temenmu udah pada punya istri dan anak. Kamu masih sibuk sama proyek tanpa mikirin pernikahan. Mau ya, Ibu jodohin? Anak tante Dian cantik lho."

"Roman udah punya kenalan."

"Siapa?"

"Ya cewek."

"Seiman sama kita?"

"Enggak."


*****


©Coretanawang || Juni2024
All Rights Reserved
Sign up to add Rompies to your library and receive updates
or
#6761821
Content Guidelines
You may also like
Titik Nadir  by HildaWardani_
49 parts Complete
Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean. Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada. Sialnya, benar semua! Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing. Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya. Namun, ketika sampai pada keadaan... Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun. Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan. Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.
You may also like
Slide 1 of 10
Project Tanpa Deadline cover
Bad Romance cover
Yellow Autumn (Sudah Terbit) cover
Maura √ (Tamat - Karyakarsa)  cover
NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP] cover
Line of Destiny (TERBIT) cover
Titik Nadir  cover
Cinta Salah Kirim cover
HCN : Harap Cintai Nadhira [END] cover
Snow Night Story [END] cover

Project Tanpa Deadline

14 parts Ongoing

Jemima pikir kuliah hanya soal tugas, kelas, dan deadline yang tak ada habisnya. Tapi ternyata, dunia perkuliahan justru memperkenalkannya pada hal-hal yang tak pernah dia pelajari sebelumnya: - Tentang pertemanan yang datang dari arah tak terduga, - Tentang menemukan suara sendiri di antara keraguan, - Dan tentang cinta... yang tidak pernah diberi nama. Damian adalah senior jurusan Teknik Informatika - tenang, sulit ditebak, dan selalu muncul di saat Jemima tidak siap. Mereka sering bersama, tapi tidak pernah benar-benar "jadi". Mereka tahu ada rasa. Tapi tidak ada status. Seperti project tanpa deadline, hubungan mereka terus berjalan... tanpa tahu kapan (atau apakah) akan selesai. Di tengah tumpukan tugas, begadang di ruang studio, dan kopi yang mulai kehilangan rasa manisnya, Jemima harus memilih: Apakah dia akan terus menunggu sesuatu yang tidak pasti, atau mulai menulis ulang kisahnya sendiri? Yukk kepoin ceritanya!