Illusions Come True

Illusions Come True

  • WpView
    Reads 9,979
  • WpVote
    Votes 1,130
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
WpInfo
Non-Fiction
" Perasaan kita sama, tapi sayangnya kita beda dunia." . . . _ Suatu hari, Chaka mendapat tugas untuk membersihkan gudang yang berada di bawah tanah. Di antara tumpukan barang-barang berdebu, Chaka menemukan sebuah kotak tua yang tersembunyi di pojok gudang. Kotak itu terlihat misterius dan menarik perhatian Chaka. Dengan hati yang berdebar-debar, Chaka membuka kotak tersebut. Namun, alih-alih menemukan isi kotak yang biasa, Chaka tiba-tiba terseret ke dalam dunia yang sama sekali berbeda. Semuanya terasa begitu asing dan misterius bagi Chaka. Dalam usahanya mencari jalan keluar, Chaka tersesat di hutan yang gelap dan angker. Setiap sudut dipenuhi dengan ketidakpastian dan rasa takut. Namun, di tengah kegelapan itu, Chaka tiba-tiba bertemu dengan sosok gadis misterius yang berdiri di balik kabut tebal. Gadis itu memiliki aura yang menakjubkan dan mempesona. Dengan senyumannya yang hangat, ia menawarkan bantuan kepada Chaka untuk menemukan jalan keluar dari dunia yang terperangkap di dalamnya. Chaka, meskipun terkejut, merasa lega mengetahui bahwa ia tidak sendirian dalam petualangan misterius ini. Bagaimana kelanjutannya...??
All Rights Reserved
#120
shanchik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Keheningan
  • Kisah Kita (CS)
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • You're My Destiny My Randolf
  • Bodyguard of my love
  • A Blessing In Disguise
  • satu hati satu nama

Hujan turun tanpa henti, membasahi setiap sudut kota yang kelabu. Di antara orang-orang yang terburu-buru mencari tempat berteduh, satu gadis berdiri sendiri di tepi jalan. Basah kuyup, tubuhnya gemetar, tapi tatapannya tetap lurus ke depan. Ia melangkah perlahan, tanpa tahu... lampu lalu lintas telah berubah hijau. Dari balik kaca toko roti kecil, seorang pria melihatnya. Tanpa pikir panjang, ia menerobos keluar, menerjang hujan, dan menariknya mundur sebelum suara klakson menyayat udara. "Ya Ampun, kalau mau nyebrang lihat sekeliling dulu, dong!" Gadis itu hanya terdiam. Matanya menatap kosong, tidak takut... hanya asing. Kemudian ia mengangkat tangan, dan dengan gerakan sederhana yang nyaris tak terlihat, ia berkata tanpa suara: Aku tidak bisa mendengar. Saat itu, waktu seakan berhenti. Di bawah hujan yang deras, dua orang yang tumbuh di dunia yang berbeda-saling bersentuhan untuk pertama kalinya. Bukan dengan suara, tapi dengan rasa. "Dunia kami mungkin berbeda, namun dalam keheningan dan kebisingan itu, kami menemukan cara untuk saling merasakan dan mengerti." - Rakasha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines