PERADABAN

PERADABAN

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
☁️Cover : pinterest ☁️Ide story : my original idea ☁️Tanggal publish : 6 July 2024 ☁️Status : - ⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️ ⚠️Jangan plagiat hargai usaha orang lain⚠️ ⚠️ Terdapat kata kata kasar, buat adek adek yang belom 15+ jangan baca ya;)⚠️ 🧩🧩🧩 Peradaban manusia yang menyembah media. Tentang mereka yang memimpin, menggunakan kekuasaan sebagai umpan untuk meraih kemenangan, menjadikan mereka yang menangis histeris terasa hina seperti bajingan bodoh yang meminta ampun dan mengemis. Peradaban manusia yang menuhankan media. Tentang mereka yang menerima berita, mudah terpengaruh oleh para pemimpin yang keruh, senang bergembira tetapi lupa memilih pemimpin yang punya arah, mereka yang bodoh karena mereka perduli tetapi tidak tahu bahwa kenyataannya mereka mengelabui. Peradaban manusia yang memeluk setan. Tentang mereka yang bersenang-senang diatas kemenangan sampai lupa bahwa dibawah mereka sekelompok orang seperti sampah yang tak terarah. Memilih mati ditangan negeri atau mati tanpa perih? memilih menyampaikan pesan ke mereka atau berdiam diri ditengah neraka? memilih perubahan atau bertahan? pilihanmu hidupmu dan masa depanmu.
All Rights Reserved
#88
politik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cendala Kasmaran
  • Confinement : Perjuangan Melawan Kesepian [TERBIT]
  • 𝙲e𝚛𝚙𝚎𝚗 {Ship Countyhumans}
  • Fallin' Flower
  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • Ruang Hidup (SUDAH TERBIT)
  • The Silent Coup
  • keadilan [On going]
  • KIARA [End]

Di Bawah Naungan Traktat yang Retak Angin mengarak kidung sunyi di serambi gading, tempat kau merapal sumpah dalam bahasa yang asing. Dedaunan randu menari di sela gelak lara, menjadi saksi pertautan yang disangsikan semesta. Kaulah api dalam perunggu, aku tanah pertiwi, dibakar janjimu yang lirih namun menjelma bara. Di balik rempah yang kautakar dengan mata sendu, terselip derita yang tak terbaca di lembar traktatmu. Kita- dua bahasa yang tak setara, dua jiwa yang terhimpit antara cinta dan cela. Pada fajar yang remuk di pucuk kenanga, kita lenyap di antara sejarah yang tak sudi mengenang. ✏️ I hope you are wise in reading and enjoy 👉🏻 Don't forget to vote, comment, share and add to the library 💌 Don't forget to follow my Instagram account too [nyx_cokelat] ⚠️ Don't copy my story! If inspired, please include my ib ❗ Once again, I don't like plagiarism 🟠 Diupdate setiap HARI 🔊 WATPPAD INI HIATUS KARENA AUTHOR SEDANG MENGIKUTI KELAS MENULIS

More details
WpActionLinkContent Guidelines