sebutir rasa

sebutir rasa

  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2024
"Izinkan ku awali aksara ini dengan bismillah dan secarik puisi". 🥀🥀 Mengagumi mu diam dan menyapa lewat doa adalah caraku menjaganya. Dalam rintik rinai sunyi ini ada rindu yang tak bisa ku ungkap Aku memperhatikanmu dalam diam, mendoakan mu setiap hari dan mencintaimu secara rahasia. Ku titip doa dalam tangan yang mengadah Kepada langit yang mendengar Di atas sajadah yang menjadi saksi Dalam tubuh yang bersimpuh Pada tangan yang tak bisa ku gapai Pada jiwa yang membatin sunyi Dan dalam sunyi yang mengiringi doa *WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA*
All Rights Reserved
#387
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • kakak kelas
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • CINTANYA GUS DINGIN [HIATUS]
  • Love in sincerity (TERBIT)
  • HALAQAH CINTA (SUDAH TERBIT) ✓
  • ALESYA (END)
  • Lintas Rasa (Selesai)

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines