Teddy Bear

Teddy Bear

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2024
Aku tak menyukaimu Entahlah.. Setelah semua hal yang kita lalui bersama, setelah kau dengan terang-terangan mengungkapkan perasaanmu, aku masih bingung dengan persaanku. Aku tak bisa mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi Ada terlalu banyak hal yang tak masuk akal Setiap kata suka yang kau ucapkan, itu terngiang di kepala. Aku berusaha mencerna dan mencari tahu maknanya. Orang-orang bilang aku gadis pintar yang memikirkan semua hal dengan logika Tapi kenapa aku masih belum menemukan alasan tentang perasaan? Kenapa perasaan suka bisa tumbuh padahal kita hanya bertemu dan bertukar cerita? Kau bilang tak perlu alasan untuk menyukai seseorang. Tapi bagiku tidak. Setiap hal memiliki teori yang saling berhubungan. Semua hal terjadi karena sebab akibat. Saat aku sedang sibuk mempertanyakan jawaban dari pertanyaan hal abstrak itu, mungkin aku mengabaikanmu sepenuhnya. Saat teman-temanku bilang mereka melihatmu bersama seseorang, aku mulai kepikiran. Semakin aku pikirkan, aku tidak mempunyai alasan untuk mempertanyakan hubunganmu dengan seseorang itu, bukan? Seseorang yang bahkan tak tahu siapa. Mereka tak memberitahuku detailnya. Fakta bahwa kita sudah lama tidak berkontak, aku mulai memikirkan sesuatu. Apakah sebenarnya selama ini aku memiliki perasaan yang sama denganmu? Entahlah. Logika lebih menguasai tubuhku daripada perasaan di hatiku. Aku tak terbiasa menggunakan perasaan. Untukmu, Aku ingin mengatakan, mungkin selama ini kita memiliki perasaan yang sama. Mungkin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • No Longer Mate
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • I love you, EL
  • Because I'm Stupid (End)
  • KIARA [END]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • [END] Blind Rainbow
  • Arsyilazka
  • RAVASYA [END]
  • We Are One

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines