MELUPAKAN

MELUPAKAN

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2024
Jika saja melupakan semudah membalik telapak tangan, mungkin sudah jauh hari aku lakukan. Tapi pada nyatanya hati ini seakan membungkam semuanya, dan justru berbaik hati menerima siapa yang ingin singgah disana. Tak perlu ditanya berapa kali diri ini sibuk dalam usaha melupakan seseorang. Apakah karena hati ini yang terlalu baik menerima, atau memang diri ini yang bersedia untuk kamu goresakan sebuah luka? Bibir indah itu kini mematrikan senyum kecut, dengan relung yang masih menyangga agar tak lagi berdenyut. Mungkin bagi seseorang yang tak berarti melupakan tidaklah sulit, namun untuk seseorang yang memilik tempat disudut hati? Terlalu sakit jika akhirnya diri ini tetap memaksa untuk melupakan, aku ada sebuah penawaran. Bagaimana jikalau aku tetap mengenang semuanya tanpa ada kata melupakan? Bayangmu setiap hari yang memantul dari iris kecoklatan ini tampak nyata, hingga aku tak bisa memilah apakah kamu ini masih terpaku ditempat semula atau menghilang bersama waktu. Biarlah semua seperti ini saja, hingga bayangmu lenyap dan tak mungkin lagi menyapa, biarlah goresan luka ini menganga pilu, hingga mengering sampai tak terasa sendu. _nanaapunyacerita
All Rights Reserved
#348
melupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Love In Present
  • Puing luka
  • Sudut Luka Nazea
  • Senja Yang Tak Kembali
  •             Between Me You And Her
  • UNREQUITED LOVE
  • TAK BERSAMBUT
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Menunggu tanpa kepastian

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines