MELUPAKAN

MELUPAKAN

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Jika saja melupakan semudah membalik telapak tangan, mungkin sudah jauh hari aku lakukan. Tapi pada nyatanya hati ini seakan membungkam semuanya, dan justru berbaik hati menerima siapa yang ingin singgah disana. Tak perlu ditanya berapa kali diri ini sibuk dalam usaha melupakan seseorang. Apakah karena hati ini yang terlalu baik menerima, atau memang diri ini yang bersedia untuk kamu goresakan sebuah luka? Bibir indah itu kini mematrikan senyum kecut, dengan relung yang masih menyangga agar tak lagi berdenyut. Mungkin bagi seseorang yang tak berarti melupakan tidaklah sulit, namun untuk seseorang yang memilik tempat disudut hati? Terlalu sakit jika akhirnya diri ini tetap memaksa untuk melupakan, aku ada sebuah penawaran. Bagaimana jikalau aku tetap mengenang semuanya tanpa ada kata melupakan? Bayangmu setiap hari yang memantul dari iris kecoklatan ini tampak nyata, hingga aku tak bisa memilah apakah kamu ini masih terpaku ditempat semula atau menghilang bersama waktu. Biarlah semua seperti ini saja, hingga bayangmu lenyap dan tak mungkin lagi menyapa, biarlah goresan luka ini menganga pilu, hingga mengering sampai tak terasa sendu. _nanaapunyacerita
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • UNREQUITED LOVE
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • " To Love ,To Lose "
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Sudut Luka Nazea
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Another Me

Andai engkau tak berani melangkah, andai engkau menyerah tanpa mencoba untuk berjuang, mungkin kau tak akan tahu takdir indah yang sudah menunggu didepan sana. Terkadang kemungkinan-kemungkinan yang diciptakan pikiran, membuat hati yang berani lantas mendermakan kemundurannya. Itu kenapa penyesalan akan datang, setelah kesempatan yang kamu lewatkan begitu saja. Teruslah berdoa, dan jangan lelah melangitkan harapanmu. Walau jalan yang dilalui tak mudah, walau sakit mendera dada. Namun tetaplah percaya, bahwa ada keindahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya untukmu. Kau boleh menangis, bahkan kau boleh memaki, asalkan dirimu merasa lega dan kembali berjuang setelahnya. Berjuanglah dengan diiringi keikhlasan dan rasa syukur yang besar. Karena ketika kamu dihadapkan dengan kegagalan, hatimu, pikiranmu dan dirimu siap untuk menerima segalanya. Menghangatlah dikehidupan yang sedingin kutub utara. Jadilah penyejuk untuk siapapun orang yang kamu temui. Ukirlah kisah dan sabdakanlah kebaikan, hingga beban dan amarahmu hanya berpusat pada daun kering yang terjatuh ke tanah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines