We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SWITCH (BERTUKAR TAKDIR)

SWITCH (BERTUKAR TAKDIR)

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Nouva Shumi suka bau darah, aromanya segar dan kuat, membuatnya bergairah dan gila secara bersamaan. Entah sudah berapa banyak tubuh tumbang berjatuhan, diujung belatinya, atau ditebasan pedang katananya, atau dari letusan revolvernya, atau bahkan hanya dari ujung jari jemarinya yang cantik. Ia terlahir sebagai putri mafia paling gelap dan berkuasa. Hidup hanya memberinya dua pilihan, membunuh atau dibunuh. Mungkin saja matahari enggan menyinari bumi, bila tak ada Noura Elizabeth di dalamnya. Gadis itu bak sekuntum bunga dandelion di tengah padang rumput. Semua mata pasti menangkap keindahannya, menikmatinya dari kejauhan. Namun tak satupun dari mereka yang peduli, bahwa sekuntum dandelion itu begitu rapuh, bahkan untuk menahan hembusan angin padang rumput sekalipun. Hidup mengizinkannya untuk tinggal lebih lama, mentakdirkannya menjadi pewaris tunggal kerajaan, namun nyatanya Ia tak pernah bahagia. "Ada yang salah dengan takdir," begitu yang dibisikan Mikael pada Lilith, untuk pertama kalinya dua musuh bebuyutan ini sepakat tentang satu hal. "Aku yakin, alat pengacak takdir itu sudah terlalu tua, sudah waktunya semesta menggantinya." Namun tak semudah itu, Mikael tau Yang Maha Kuasa tak mau merubah apapun. Semua yang telah berjalan sesuai tatanan tak boleh dirubah. Tapi Mikael harus melakukan sesuatu, meski harus melanggar sumpah kesetiaannya sekalipun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE TASTE OF SEDUCTION
  • Sama Tapi Berbeda🌓 (END)
  • BLE MOU ✓
  • Queen Of Hell ✔️
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • DEVIL'S FRUIT (21+)
  • Forgive Me My Angela

Seberapa jauh kau akan pergi untuk cinta? Evander Mikaelson yang gila dan kejam punya 3 aturan; 1. Tidak pernah mencampur kesenangan dan bisnis. 2. Jangan pernah memberikan kesempatan kedua. 3. Jangan pernah terikat secara emosional kepada seseorang. Dia tidak pernah tergoda untuk melanggar tiga aturan tersebut. Sampai ketika ia bertemu dengannya. Sekretaris barunya, Alessandria Tamar. Dengan kaca mata besar dan bola mata bambinya. Dia adalah wanita paling polos dan murni yang pernah Evander temui. Dan ia tidak sabar untuk menodainya. Untuk menghancurkannya, mengklaimnya, dan mengukungnya dibawah mejanya. Dia seharusnya menjadi mangsanya untuk dimainkan sampai Evander menemukan dirinya kecanduan dengannya. Seperti narkoba, Evander kecanduan dan overdosis. Sekarang dia adalah sekretarisnya, malaikatnya, gadis baiknya. Seorang wanita dengan rahasia gelap. Alessandria Tamar tidak pernah berpikir jika melarikan diri dari rumah dengan adik laki-lakinya akan mengubah hidupnya untuk selamanya. Bosnya adalah seorang yang harus ia hindari. Bengis, kejam, rasa sakit yang menjanjikan... dan sexy as hell. Saat ia mengusulkan kesepakatan jahat padanya, Alessandria setuju. Karena hidup ini terlalu singkat untuk tidak menjalani fantasi gelapnya. Godaan adalah penyebab kehancuran utama manusia, dan jika ia akan hancur, maka Alessandria akan mengambil racunnya yang ada padanya. Sekarang, ia adalah bosnya. Orang yang mendoninasinya, kejatuhan terakhirnya. Kisah cinta mereka adalah kisah yang akan mempertanyakan, seberapa jauh kau akan pergi untuk cinta? Apakah kau akan jatuh cinta dengan monster terkutuk? "You got such a dirty imagination for an angel." Evander memegang dagunya, memaksanya agar tatapan mereka bertemu. "Touch youself, Angel." Perintah Evander. Napasnya terasa menggelitik telinganya. "Let me see what you do when you are alone with your dirty fantasies." •••• a translated story from the same title of the story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines