SINCEIRITY ( REVISI )

SINCEIRITY ( REVISI )

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku mau kamu jauhin Karan!" titah Ren dengan nada sedikit bentakan. "Tapi Ren, Karan sahabat aku " ucap Shafa, berharap Ren kekasihnya, akan mengerti. "Pilihan kamu, aku atau dia " Ren memberikan pilihan yang membuat Shafa bimbang. Di satu sisi, ia mencintai Ren, tetapi di sisi lain, Karan adalah sahabatnya sejak kecil yang sudah ia anggap sebagai kakak laki-laki nya. Karan selalu ada saat Shafa merasa sedih, marah, atau kecewa. Karan bahkan sudah dianggap sebagai keluarga oleh Shafa. Shafa merasa hatinya terbelah. Ia tahu betapa pentingnya Ren dalam hidupnya, tapi juga tidak bisa mengabaikan ikatan kuat yang telah terjalin dengan Karan. Dalam kebingungannya, ia menyadari bahwa memilih antara cinta dan persahabatan bukanlah hal yang mudah. ••••••
All Rights Reserved
#370
possessive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rembulan Sendu
  • My Friend Is My Crush (END)
  • TRAPPED IN THE FRIENDZONE [ENDING]
  • RAFA(Rain Rafa)
  • We Can't Be Friends
  • My Protector, Arvin [END]
  • Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)
  • Alghazel
  • Utuh tapi Runtuh
  • Never Change [Complete]

Kirania pikir, menjadi sahabat dari seorang Cakra Aryasatya Wijaya saja sudah cukup. Kenyataannya, seiring berjalannya waktu, perasaannya tumbuh dan semakin lama semakin mencekik. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada laki-laki yang menganggapnya sebagai sahabat itu. "Pertemuan kita di kafe sore itu, ternyata adalah awal mula di mana gue kecanduan lihat wajah lo." Kirania menghela napas panjang. "Ki..." Cakra menatap gadis itu dari samping. "Lo tahu keadaan gue sekarang kayak gimana, kan?" tanyanya yang memancing senyuman tipis Kirania. Gadis itu mengangguk. "Kenapa rembulan diciptakan seorang diri, ya?" Kirania menatap jauh ke angkasa. "Udah malam, sebaiknya gue balik ke kos." Dia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Cakra di rooftop gedung itu sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines