Yes, It's You (END)

Yes, It's You (END)

  • WpView
    Reads 7,648
  • WpVote
    Votes 724
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2024
"Kali ini, akan kukatakan dengan jelas jika aku ingin kamu yang selalu ada di sampingku Baek Harin, bukan wanita lain" batin Soji sambil melamun memandangi Baek Harin yang sedang meminum fruit punch yang ada di hadapannya. "Soji, kau melamun?" Panggil Harin dengan tangan melambai lambai tepat di depan muka Soji untuk menyadarkannya dari lamunan. Entah reflek jenis apa yang Soji lakukan, tiba - tiba saja... Cup! Satu kecupan mendarat di bibir Baek Ha Rin. Harin seketika mematung, berusaha memahami apa yang barusan dilakukan oleh Soji. "Maaf, aku ke Toilet dulu." Kata Soji yang langsung berlalu ke toilet meninggalkan Harin yang bengong. "Yakk Song So Ji.. Yaaaa..." Harin setengah berteriak sambil memegangi bibirnya. Tak lama Soji kembali dari toilet menuju bangku tempatnya tadi bersama Harin. Namun, tak terlihat sosok Harin disana. "Dia pergi?... " gumam Soji sambil mengacak rambutnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • FALL IN LOVE (END)
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • My Panda
  • Zenna Story
  • Feign Love || Park SungHoon
  • Accindental Love / Only For Love
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines