Story cover for RABURASIFA by Slaule0089
RABURASIFA
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 08, 2024
"Sejauh ke mana pun lo pergi, gw akan tetap berada di samping lo!" 

Aku terhenti dari langkah ku selama beberapa detik. Diam tak menjawab sepatah kata pun. Pikir ku, bagaimana bisa pemuda yang selalu melenyapkan perasaan cinta dan sayang ku, dapat dengan lantang berucap seperti itu.

Kata nya, jika mencintai seseorang maka berarti akan memulai sebuah kisah manis, yang berjalan sesuai harapan, dan berakhir dengan kebahagiaan. Namun mengapa, yang ku dapat hanyalah rasa sakit, air mata, dan kehilangan?.

"Fa, hati yang saling mencintai akan tau ke mana ia harus melangkah dan di mana rumah terbaiknya. Dan lo jadi tujuan akhir gw Fa! Lo adalah rumah terbaik gw!" 

***

Sebuah kisah tentang hubungan, selalu berusaha melewati masalah demi masalah, kesedihan demi kesedihan, agar dapat saling memeluk erat semua rasa sakit. 

Dimana dengan usaha dan kesungguhannya mereka berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pantas tuk bersama dan berhak untuk bahagia. 

Kisah ini berhasil mengingatkan saya bahwa dengan kekuatan dan keyakinan, maka keajaiban akan datang.
All Rights Reserved
Sign up to add RABURASIFA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ALKANTARA || END || Belum Revisi  by Trishakeiji
60 parts Complete
FOLLOW DULU YA, SEBELUM MEMBACA😊 Alkan tidak mengerti bagaimana semesta mempermainkannya. Dijodohkan dengan cucu dari sahabat kakeknya disaat Alkan sendiri telah memiliki seorang kekasih. Tidak ada kata yang tepat untuk menolak permintaan sang kakek, karena bagi Alkan permintaan tersebut adalah seperti kewajiban yang harus di penuhinya. Namun Alkan sama sekali tidak menyangka jika yang dijodohkan dengannya adalah Kalista, sahabat dari gadis yang mengejar sahabatnya, Athazio. Semakin lama Alkan mengenal sosok Kalista semakin ia mengetahui sebuah rahasia besar yang ditutupi gadis itu dan keluarganya dari Alkan, yang mana membuat Alkan merasa dipermainkan. Lalu bagaimana dan apa langkah yang akan Alkan ambil? Akankah ia bisa menerima rahasia tersebut, atau justru memutus hubungan tersebut dan kembali pada sang kekasih. ••••••••••••••••••••••••~~¤¤~~•••••••••••••••••••••••••• "perjodohan ini adalah keinginan kakek gue, dan gue gak akan bisa nolak karena emang gak ada pilihan lain selain menerima." __Alkantara__ "Bagi gue perjodohan ini adalah mimpi buruk! Gue berharap banget mimpi buruk ini cepat berakhir dan gue bisa balik ke kenyataan." __Kalista__ ••••••••••••••••••••••••~~¤¤~~•••••••••••••••••••••••••• NB: MOHON UNTUK TIDAK MENJIPLAK KARYA SAYA. Cover by: @pinterest
My Eternal Moon [ End ✔️] by cweetcobeyi
38 parts Complete
Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡
You may also like
Slide 1 of 10
Namanya Sabita [Terbit] cover
We Are One cover
ALKANTARA || END || Belum Revisi  cover
BERBEDA? cover
HY (Hate You) cover
I love You Om (END) cover
Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir cover
ALONENESS cover
My Eternal Moon [ End ✔️] cover
Kelas A [End] cover

Namanya Sabita [Terbit]

31 parts Complete

Ini tentang Sabita, pemilik senyum pura-pura. Senyumnya manis, tapi ada kesedihan yang ia coba tutupi. Pindah sekolah dari Bandung ke ibu kota menjadi awal kehidupan barunya dimulai. Satu yang ia sukai saat menatap langit malam, bulat sabit. Menurutnya melihat bulan sabit sama saja melihat orang yang ia cintai tersenyum. Sabita menganggap ayahnya sedang tersenyum padanya dan mengawasi di atas sana. Disekolah baru, Sabita tak menyangka akan begitu banyak orang yang menyayanginya, sampai ia bertemu dengan penghuni bumi menyebalkan bernama Aditya. Cowok super dingin yang selalu membuatnya kesal. tapi satu yang Sabita tau, Aditya baik. _____ "Nama?" tanya cowok itu dingin. "Maksudnya, nama aku, Kak?" "Siapa lagi, hmm?" "Sabit, Kak." "Oh, Bulan." "Bukan Bulan. Nama aku Sabita, gak pake bulan sabit." "Oh, yaudah." Sabita diam. "Gak ada niatan pindah tempat?" "Siapa?" "Yang nanya. Lo, lah." "Oh, maaf." ____ "Senyum lo manis, tapi percuma kalo itu cuma pura-pura. Orang lain mungkin ketipu, tapi gue nggak bodoh." - Aditya - "Bukan pura-pura, tapi lebih baik menyembunyikan luka, dibanding mengharap belas kasihan." - Sabita -