RABURASIFA

RABURASIFA

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2024
"Sejauh ke mana pun lo pergi, gw akan tetap berada di samping lo!" Aku terhenti dari langkah ku selama beberapa detik. Diam tak menjawab sepatah kata pun. Pikir ku, bagaimana bisa pemuda yang selalu melenyapkan perasaan cinta dan sayang ku, dapat dengan lantang berucap seperti itu. Kata nya, jika mencintai seseorang maka berarti akan memulai sebuah kisah manis, yang berjalan sesuai harapan, dan berakhir dengan kebahagiaan. Namun mengapa, yang ku dapat hanyalah rasa sakit, air mata, dan kehilangan?. "Fa, hati yang saling mencintai akan tau ke mana ia harus melangkah dan di mana rumah terbaiknya. Dan lo jadi tujuan akhir gw Fa! Lo adalah rumah terbaik gw!" *** Sebuah kisah tentang hubungan, selalu berusaha melewati masalah demi masalah, kesedihan demi kesedihan, agar dapat saling memeluk erat semua rasa sakit. Dimana dengan usaha dan kesungguhannya mereka berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pantas tuk bersama dan berhak untuk bahagia. Kisah ini berhasil mengingatkan saya bahwa dengan kekuatan dan keyakinan, maka keajaiban akan datang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • HY (Hate You)
  • We Are One
  • The First, Not the Last
  • Cerita Tentang Kita
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Kelas A [End]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines