THREE LITTLE FOXES (END)

THREE LITTLE FOXES (END)

  • WpView
    LECTURAS 30,890
  • WpVote
    Votos 1,979
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 20, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Hari itu, ketiga wanita kaya itu memutuskan untuk berbicara jujur kepada Papa tentang kisah percintaan mereka. Pasha, anak sulung yang karismatik, menjadi yang pertama angkat bicara. Dengan tenang, ia mengatakan bahwa ia menyukai karyawan wanita di kantor. Lalu, Alpha yang cuek akhirnya angkat suara, mengakui bahwa ia tak tertarik untuk mencintai siapapun, namun ada wanita yang selalu mengejar cinta nya. Terakhir, Thea, si bungsu yang selalu ceria, mengungkapkan bahwa ia memiliki seorang kekasih yaitu wanita cantik. Semua berhenti sejenak, menunggu reaksi Papa. Mereka tahu, dunia luar tidak selalu menerima kenyataan seperti ini dengan mudah. Mereka khawatir, apakah Papa akan kecewa? Apakah ia akan marah? Namun, Papa hanya menatap mereka dengan mata yang tenang dan senyum tipis di bibirnya. "Anak-anak, cinta adalah hal yang paling berharga yang bisa kita miliki. Siapa pun yang membuat kalian bahagia, selama mereka memperlakukan kalian dengan baik dan penuh kasih, itu sudah cukup untuk Papa. Cinta tidak pernah salah. Yang salah adalah ketika kita menahan perasaan kita, hidup dalam kebohongan, dan tidak menjadi diri sendiri." Kata-kata Papa membuat ketiganya tersentak, namun hati mereka menjadi tenang. Kelegaan terasa memenuhi ruangan. Tidak ada kemarahan, tidak ada kekecewaan. Papa menerima mereka sepenuhnya, dengan cinta dan pemahaman yang mendalam. Bagi Papa, yang terpenting adalah kebahagiaan anak-anaknya, bukan siapa yang mereka cintai. PENUH TYPO, BILA ADA TYPO TOLONG BERI TAU/TANDAI Tambahan dikit cerita ini ada tiga kapal Yaitu : MilkLove, ViewJune dan EarnCiize Sekian terimakasih JANGAN LUPA VOTE BILA SUKA DENGAN CERITA AUTHOR
Todos los derechos reservados
#268
milklove
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • I FOUND YOU S2
  • Arsyilazka
  • Berjalan di atas Duri [ Completed ]
  • Di antara dua sujud
  • TAKDIR ?
  • Angel To Raya (END)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido