From Vancouver to You

From Vancouver to You

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
"Dari Vancouver hingga Seoul, dari masa kecil hingga saat ini, dari bukan siapa-siapa hingga aku punya nama, kau masih tujuanku, Mark." ~Naysilla. "Jangan jadikan aku tujuanmu, La. Kau bahkan kehilangan dirimu sendiri." ~Mark. "Nay, pulang. Kau terjebak labirin masa lalumu." ~Ali. *** Naysilla, gadis muda yang rela meninggalkan negaranya untuk mengejar teman masa kecilnya. Setelah berpisah belasan tahun, ia berharap temannya itu masih mengenalnya. Tapi, Mark Lee, temannya, kini sudah menjadi idol top Korea. Hidupnya sangat sibuk, hingga melupakan kehidupannya sebelumnya di Kanada. Akankah semesta mendukung Naysilla kembali berteman dengan Mark Lee, bintang idola Korea? atau justru semesta membantu Mark Lee mengubur kenangannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • ABANG || JICHEN (END) ✔️
  • [✓] A Day Before Christmas [Bahasa]
  • [1] You're Life With NCT ✔
  • BROTHER || JICHEN
  • Docter [END] [-REVISI)
  • DOI ; NA JAEMIN
  • [1] Stranger | Na Jaemin  [REVISI]✔️
  • NCT JAEMIN REGANTARA💚 (END)

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines